My Wife,
My Little Friend (PART 3)
Cerita ini hanya khayalan semata… apabila terdapat
kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…
PART 3
Pada suatu pagi, gigi yang ingin membalas perilaku raffi
terhadpnya kemarin. segera Ia mencari tau hal apa yang membuat raffi ketakutan
hingga membuatnya jera.
Setelah gigi mendapatkan informasi dari irwan yang ternyata
teman baik raffi dari dulu. Ia pun seger merancang rencana sedemikian rupa agar
ia dapat membalas perilaku raffi tempo hari.
Saat pelajaran sejarah yang di gurui oleh pak deni, tiba
tiba kegaduhan di kelas muncul seiring teriakan raffi dan gigi
“aaaaaaa aa aa aa…..” teriak raffi dan gigi secara
bersamaan
Billy yang merada di sebelah raffi pun ikut kaget… “kenapa
kenapa….”
“di tas gue,,,, cepet cepet ambil… buang buang” seru
raffi
Billy pun segera merogoh kantong yang berisi beberapa
buku…
Dan “aaaaaaaa” seru billy menyadari benda yang ia genggam
itu berbulu.
Kemudian “Ya allah… ini pi….” Ucap billy melambat yang
menyadari bahwa penyebab raffi berteriak adalah segerompolan rambutan yang berada di
tanggannya
“aaaaaaa aaa aaa….. buang buang ….” teriak raffi
mendorong tangan billy untuk menjauh
“hahahah rappi takut ama rambutan hahahah nih nih…” ledek
billy yang semakin mendekatkan rambutan
pada raffi
Di tempat lain gigi melempar tas nya ke depan, karena
gigi terlalu panik maka tas terlempar hingga mengenai pak deni…..
Aaa aaaa aaa aaaa suara para murid di iringi siswi yang
berhamburan menaiki kursi dan meja
Karena melihat kodok yang sekarang bersarang di kepala
pak deni. Pak deni yang ikut kaget di buatnya lari kesana kemari.. karena tidak
tahu apa yang berada di kepalanya sekarang……
15 menit pun berlallu,
“raffi gigi ikut bapak ke kantor….” Ucap pak deni sembari
keluar meninggalkan kelas menuju ke kantor guru
kemudian di ikuti raffi dan gigi yang sepanjang jalan
saling tunjuk, saling senggol, saling dorong.
“elu sih” “elu
yang duluan..” “elu..” “eluu..”
Pak deni yang mendari hal itu lalu menghentikan
langgkahnya dan membalikan badan kemudian “diiaaaammmm…” teriak pak deni
Raffi dan gigi pun seketika berhenti dan diam seribu
bahasa
Kemudian pak deni melanjutkan langkah nya “kalian tuh
dari dulu kerjaan nya rebut mulu…. aPa sih yang bikin kaya gini…” Tanya pak
deni sambil mengatur langkahnya
Tapi tak ada satupun dari mereka yang menjawab “ pi
rapi…. Diem aja loe kaya kerupuk kena aer…” ujar pak deni. Tapi belum juga
mendapat tanggapan dari keduanya
Pak deni pun berhenti dan berinisiatf membalikkan badannya
dan eng ing eng
“ya elah pi ngapain loe berdua masih berdiri di situ,,, haduh,,,,sini…”
seru pak deni melambaikan tangan pada raffi dan gigi
”kurang ajar bener ni anak…” ucap pak deni sambil menaruh kedua tangannya
di pinggang
“ya elah tadi di suruh diem… gimana sih..” gerutu raffi
dengan nada berbisik
“iya tuh pak deni ga konsisten banget jadi orang…”timpal
gigi
Setelah mereka berbincang bincang di ruang guru gigi dan
raffi pun sekarang di hukum untuk berdiri di depan tiang bendera dengan posisi
hormat serta tulisan di dada masing masing yaitu
“SAYA BERJANJI
TIDAK AKAN MENJAHILI DIA
à”
tulisan pada
kertas yang di kalung di leher raffi yang berada pada posisi tepat di sebelah
kanan nagita
dan
“SAYA BERJANJI
TIDAK AKAN MENJAHILI DIA
tulisan pada kertas yang di kalungkan di leher nagita
yang berada pada posisi tepat di sebelah kiri raffi. Mereka menjalani hukuman
dari pak deni ini Hingga bell pulang sekolah sekolah di bunyikan.
Beberapa hari Setelah kejadian tersebut sekolah
mengadakan ekskul yaitu
“cintai negriku”
Kegitan itu bertujuan untuk membantu orang orang yang
tidak mampu dalam hal fisik, pendidikan ataupun material
Mendengar pengumuman yang tertera di mading gigi dan kia
sangat antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut…
Tetapi beda halnya dengan raffi yang sangat tidak tertarik
dalam hal itu, ia lebih tertarik pada eskul music.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan tidak ada
lagi ulah mereka yang selalu membuat kegaduhan besar di sekolah
Mereka saling sibuk dengan kegiatan barunya masing-masing.
Hingga pada hari dimana pengumuman kenaikan kelas di umumkan, Gigi dengan mudah
nya mendapatkan peringkat satu, bahkan bukan hanya di kelas tetapi di satu
angkatan nya, lain halnya raffi yang harus puas mendapatkan peringkat 10 di
kelas nya.
Bersamaan dengan pembagian rapot pak deni pun mengumumkan
bahwa sekolah akan melakukan baksos ke daerah pegunungan yang sangat minim mendapatkan
peratian terutama masalah pendidikan.
Semua siswa menyamput itu dengan positif, tapi raffi
hanya diam dan cuek
“gue mau ikut an ah, loe ikutan dong pi… tuh kata pak
deni siapa saja boleh ikut asal buat surat pernyataan yang di tandatangani orang
tua, loe ikut yah… buat temenin gue” bujuk billy
“ah males gue, mending nge band aja dari pada ikut begituan…”
ucap raffi
“ye elu mah gitu,, kalo loe nggak ikut entar gue nggak ada
temen dong pi, lagian biar gue dapet ijin juga ke sono nye,, kali aja dapet
pacar sepulang dari sana hahay” ucap bily
“ah liat entar aja deh bil…” respon raffi malas
Hari yang di tunggu pun tiba, siswa siswi peserta baksos
pun mulai berkumpul. Terlihat Billy mulai resah melihat kesana kemari mencari
raffi, Karen ia tak tau apakah sahabatnya akan ikut serta atau tidak..
“ayo kita berdoa
sesuai agama dan keyakinan masing masing, berdoa mulai…” pimpin nanda
“selesai… ayo semua masuk ke mobil jangan dorong dorongan
yah,,,, jangan sampe ada yang
tertinggal,,, di cek lagi,,,” seru nanda
Dari kejauhan terlihat sesosok pria lari dengan rangsel
di punggungnya..
“tunggu…”
“nah itu dia yang di tunggu,,,, ka nanda bentar ka tunggu
temen gue…” ucap bily
“Akhirnya loe dateng juga bro, ayo cepet masuk keburu di
tinggal loe entar…” seru billy seraya menepuk punggung raffi
Buss pun melaju dengan kencang menuju desa makmur, tempat
baksos di laksanakan. Di dalam bus terdapat keramaian yang di ciptakan oleh
raffi dan bily hingga tak terasa 1 jam berlalu tapi bus yang mereka tumpangi
tak kunjung menampakan tanda tanda akan mendarat di tujuan…..
1,5 hingga 2 jam berlalu raffi yang msih asik bercengkerama
dan bernyanyi nyanyi dengan teman temannyaa tiba tiba terdiam melihat gigi yang
sedang memejamkan matanya manikmati alunan music yang mengalir di earphone yang
ia pakai.
Raffi hanya tersenyum mengenang kejahilan kejahilan yang
pernah ia lakukan bersama gigi.
pluk….
“iiihhh apaan sih jail banget tuh tangan….” Gerutu gigi
menyadari earphone yang telah di cabut seseorang, Ia segera menajam kan
penglihatannya mencari cari sang pelaku. Tiba tiba matanya tertuju pada seorang
cowok yang berdiri tak jauh dari tempat ia duduk
No comments:
Post a Comment