Wednesday, 5 November 2014

My Wife, My Little Friend (PART 3)

My Wife, My Little Friend (PART 3)
Cerita ini hanya khayalan semata… apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…

PART 3
Pada suatu pagi, gigi yang ingin membalas perilaku raffi terhadpnya kemarin. segera Ia mencari tau hal apa yang membuat raffi ketakutan hingga membuatnya jera.
Setelah gigi mendapatkan informasi dari irwan yang ternyata teman baik raffi dari dulu. Ia pun seger merancang rencana sedemikian rupa agar ia dapat membalas perilaku raffi tempo hari.
Saat pelajaran sejarah yang di gurui oleh pak deni, tiba tiba kegaduhan di kelas muncul seiring teriakan raffi dan gigi
“aaaaaaa aa aa aa…..” teriak raffi dan gigi secara bersamaan
Billy yang merada di sebelah raffi pun ikut kaget… “kenapa kenapa….”
“di tas gue,,,, cepet cepet ambil… buang buang” seru raffi
Billy pun segera merogoh kantong yang berisi beberapa buku…
Dan “aaaaaaaa” seru billy menyadari benda yang ia genggam itu berbulu.
Kemudian “Ya allah… ini pi….” Ucap billy melambat yang menyadari bahwa penyebab raffi berteriak adalah  segerompolan rambutan yang berada di tanggannya
“aaaaaaa aaa aaa….. buang buang ….” teriak raffi mendorong tangan billy untuk menjauh
“hahahah rappi takut ama rambutan hahahah nih nih…” ledek billy yang  semakin mendekatkan rambutan pada raffi
Di tempat lain gigi melempar tas nya ke depan, karena gigi terlalu panik maka tas terlempar hingga mengenai pak deni…..
Aaa aaaa aaa aaaa suara para murid di iringi siswi yang berhamburan menaiki kursi dan meja
Karena melihat kodok yang sekarang bersarang di kepala pak deni. Pak deni yang ikut kaget di buatnya lari kesana kemari.. karena tidak tahu apa yang berada di kepalanya sekarang……
15 menit pun berlallu,
“raffi gigi ikut bapak ke kantor….” Ucap pak deni sembari keluar meninggalkan kelas menuju ke kantor guru
kemudian di ikuti raffi dan gigi yang sepanjang jalan saling tunjuk, saling senggol, saling dorong.
“elu sih”   “elu yang duluan..”   “elu..”   “eluu..”
Pak deni yang mendari hal itu lalu menghentikan langgkahnya dan membalikan badan kemudian “diiaaaammmm…” teriak pak deni
Raffi dan gigi pun seketika berhenti dan diam seribu bahasa
Kemudian pak deni melanjutkan langkah nya “kalian tuh dari dulu kerjaan nya rebut mulu…. aPa sih yang bikin kaya gini…” Tanya pak deni sambil mengatur langkahnya
Tapi tak ada satupun dari mereka yang menjawab “ pi rapi…. Diem aja loe kaya kerupuk kena aer…” ujar pak deni. Tapi belum juga mendapat tanggapan dari keduanya
Pak deni pun berhenti dan berinisiatf membalikkan badannya dan eng ing eng
“ya elah pi ngapain loe berdua masih berdiri di situ,,, haduh,,,,sini…” seru pak deni melambaikan tangan pada raffi dan gigi
”kurang ajar bener ni anak…”  ucap pak deni sambil menaruh kedua tangannya di pinggang
“ya elah tadi di suruh diem… gimana sih..” gerutu raffi dengan nada berbisik
“iya tuh pak deni ga konsisten banget jadi orang…”timpal gigi
Setelah mereka berbincang bincang di ruang guru gigi dan raffi pun sekarang di hukum untuk berdiri di depan tiang bendera dengan posisi hormat serta tulisan di dada masing masing yaitu
“SAYA BERJANJI
TIDAK AKAN MENJAHILI DIA
à”
 tulisan pada kertas yang di kalung di leher raffi yang berada pada posisi tepat di sebelah kanan nagita
dan
“SAYA BERJANJI
TIDAK AKAN MENJAHILI DIA
 
tulisan pada kertas yang di kalungkan di leher nagita yang berada pada posisi tepat di sebelah kiri raffi. Mereka menjalani hukuman dari pak deni ini Hingga bell pulang sekolah sekolah di bunyikan.
Beberapa hari Setelah kejadian tersebut sekolah mengadakan ekskul yaitu
“cintai negriku”
Kegitan itu bertujuan untuk membantu orang orang yang tidak mampu dalam hal fisik, pendidikan ataupun material
Mendengar pengumuman yang tertera di mading gigi dan kia sangat antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut…
Tetapi beda halnya dengan raffi yang sangat tidak tertarik dalam hal itu, ia lebih tertarik pada eskul music.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan tidak ada lagi ulah mereka yang selalu membuat kegaduhan besar di sekolah
Mereka saling sibuk dengan kegiatan barunya masing-masing. Hingga pada hari dimana pengumuman kenaikan kelas di umumkan, Gigi dengan mudah nya mendapatkan peringkat satu, bahkan bukan hanya di kelas tetapi di satu angkatan nya, lain halnya raffi yang harus puas mendapatkan peringkat 10 di kelas nya.
Bersamaan dengan pembagian rapot pak deni pun mengumumkan bahwa sekolah akan melakukan baksos ke daerah pegunungan yang sangat minim mendapatkan peratian terutama masalah pendidikan.
Semua siswa menyamput itu dengan positif, tapi raffi hanya diam dan cuek
“gue mau ikut an ah, loe ikutan dong pi… tuh kata pak deni siapa saja boleh ikut asal buat surat pernyataan yang di tandatangani orang tua, loe ikut yah… buat temenin gue” bujuk billy
“ah males gue, mending nge band aja dari pada ikut begituan…” ucap raffi
“ye elu mah gitu,, kalo loe nggak ikut entar gue nggak ada temen dong pi, lagian biar gue dapet ijin juga ke sono nye,, kali aja dapet pacar sepulang dari sana hahay” ucap bily
“ah liat entar aja deh bil…” respon raffi malas
Hari yang di tunggu pun tiba, siswa siswi peserta baksos pun mulai berkumpul. Terlihat Billy mulai resah melihat kesana kemari mencari raffi, Karen ia tak tau apakah sahabatnya akan ikut serta atau tidak..
 “ayo kita berdoa sesuai agama dan keyakinan masing masing, berdoa mulai…” pimpin nanda
“selesai… ayo semua masuk ke mobil jangan dorong dorongan yah,,,,  jangan sampe ada yang tertinggal,,, di cek lagi,,,” seru nanda
Dari kejauhan terlihat sesosok pria lari dengan rangsel di punggungnya..
“tunggu…”
“nah itu dia yang di tunggu,,,, ka nanda bentar ka tunggu temen gue…”  ucap bily
“Akhirnya loe dateng juga bro, ayo cepet masuk keburu di tinggal loe entar…” seru billy seraya menepuk punggung raffi
Buss pun melaju dengan kencang menuju desa makmur, tempat baksos di laksanakan. Di dalam bus terdapat keramaian yang di ciptakan oleh raffi dan bily hingga tak terasa 1 jam berlalu tapi bus yang mereka tumpangi tak kunjung menampakan tanda tanda akan mendarat di tujuan…..
1,5 hingga 2 jam berlalu raffi yang msih asik bercengkerama dan bernyanyi nyanyi dengan teman temannyaa tiba tiba terdiam melihat gigi yang sedang memejamkan matanya manikmati alunan music yang mengalir di earphone yang ia pakai.
Raffi hanya tersenyum mengenang kejahilan kejahilan yang pernah ia lakukan bersama gigi.
pluk….
“iiihhh apaan sih jail banget tuh tangan….” Gerutu gigi menyadari earphone yang telah di cabut seseorang, Ia segera menajam kan penglihatannya mencari cari sang pelaku. Tiba tiba matanya tertuju pada seorang cowok yang berdiri tak jauh dari tempat ia duduk



No comments:

Post a Comment