Thursday, 24 March 2016

“The Rich” #1 labuh Halloween



“The Rich”
#1 labuh Halloween
Ra,,,, fathar,,,,,,, Ra,,,,, fathar,,,,,,, Ra,,,,, fathar,,,,,,,
Sorak soray para penggemar Rafathar menggema memenuhi studio tempat ia baru saja menyelesaikan sebuah lagu
“rafathar,,,,, he is so cool, man,,,, wuuhh” sapa host pembawa acara music yang dibalas senyuman dari rafathar
Disela-sela perbincangan mengenai konser pertama dirinya, rafathar menangkap sosok yang selalu menemani kemana pun dia berada
Thalia Putri
Yah, itulah nama gadis tersebut. Gadis periang yang memiliki jiwa pantang mundur dan ia cenderung orang yang cuek tak peduli pendapat orang lain jika ia tengah asik berambisi mendapatkan sesuatu
Rafathar melambaikan tangannya untuk memberi salam pada Thalia, tetapi para penggemar rafathar yang berada disekitar thalia lah yang bersorak heboh hingga Thalia menjepikkan bibirnya seraya memandang acuh para wanita di sampingnya
######
“Rafathaaaarrrr,,,,,”
“tadi tuh kamu keren banget,,,”
“harusnya tadi kamu bilang kalo lagu itu kamu nyanyiin buat aku”
Tak perlu melihat siapa yang tengah berbicara di balik punggungnya kini, suara itu. Suara yang sangat dia hafal di luar kepala
Hingga mungkin jika ia tengah tak sadarkan diri sekalipun, ia pasti tau suara itu milik siapa
Rafathar berjalan menuju mobilnya dengan pengawalan dari beberapa orang,
tapi pada dasarnya Rafathar memiliki sifat yang ramah sehingga ia menghentikan langkahnya beberapa menit untuk menyapa para penggemar dan awak media yang sudah menunggu
“oke,,,,, Stop,,,,!!!!”
“waktu jumpa fans sudah habis,,,,,” ujar Thalia dengan gaya khas dirinya
“my baby Rafathar mau istirahat”
“Permisi,,,” ketus Thalia
Dengan rasa percaya dirinya yang tinggi, Thalia mengapit lengan Rafathar menuju mobilnya
Sedangkan Rafathar hanya tersenyum menghadapi sifat Thalia yang tak pernah berubah, tetapi harus Rafathar akui cara ini cukup ampuh untuk menghadapi mereka
“oke Ningrat, satu cup eskrim apakah cukup untuk mendinginkan kepalamu?”
Ningrat adalah panggilan kecil thalia, hanya orang-orang yang mengenal ia sejak kecil sajalah yang memanggil Thalia dengan panggilan tersebut
Thalia mengerutkna keningnya, begitupun Rafathar yang mengangkat satu alisnya ketika melihat reaksi Thalia
“ditambah beberapa Cakedan wafelle, kurasa tak membuat kantung mu jebol seketika tuan” ujar Thalia seraya memberikan senyuman khas dirinya
Thalia merona ketika Rafathar mengacak acak rambutnya
Thalia memang sedikit bersikap overprotective terhadap Rafathar, hari ini adalah salah satu contoh dari sekian banyak yang Thalia lakukan untuk melindungi Rafathar
Flashback
“Rafathar,,, boleh mintha fotonya ka” ujar salah satu remaja yang menghamipiri Rafathar disalah satu mejaStrarbuck
“ok iyah boleh,,,”
Rafathar kemudian bangkit dari duduknya, memasang senyum menawan menghadap kamera
Cekrek,,,,,
Mereka mengabadikan momen dengan satu kalil jepretan kamera Handphone
“Waahh, hasilnya bagus,,,,,Sekali” seru remaja tersebut namun detik berikutnya, ia mengerutkan dahinya ketika melihat ada orang lain di sisi kiri Rafathar.
Remaja jersebut sembunyi-sembunyi melirik keberadaan wanita di samping Rafathar
“Kenapa,,!!” sungut Thalia
“Masalah ??” melihat raut wajahnya yang penuh dengan perinatan, Fans Rafathar pun langsung menggelengkan kepala seraya mengucapkan terimakasih
Begitujuga selanjutnya, setiap kali Rafathar melayani permintaan para penggemarnya untuk berfoto pasti dia berada di sebelah kiri atau kiri Rafathar dengan posisi tubuh yang mendempet, walaupun ada beberapa orang Fans Rafathar yang ada dalam satu foto sekalipun
“Thalia,,,, kamu duduk dulu yah, nggak usah ikut foto terus, ntar capek loh” rayu Rafathar untuk ke berapa kalinya
Tapi memang Thalia kepala batu, ia tetap sersikukuh untuk foto. Dengan alibi untuk melindingi Rafathar dari tangan jail Fans nya
Perbuatan Thalia sempat menjadi trending topick media sosial,
tetapi berkat kecanggihan teknologi, tak sedikit dari mereka yang melakukan phoses editing pada foto tersebut
entah hanya aksi Crop atau mengubah wajah Thalia menjadi beruang, kucing atau labuh Halloween
*****
“Raf,,, tadi gue dapet telfon dari produser film, katanya dia tertarik tuh sama loe” ujar Bastian selaku manager Rafathar
“ugh,,,, tertarik sama gue? Mksud loe? Dia kan cowok bast!!”
“eh gila loe, bukan Tertarik yang kayak gitu. Dia mau bikin film, dan ngajak loe buat gabung ke film garapan dia itu” ujar bastian menjelaskan kekeliruan yang di pikirkan Rafathar
Sedangkan yang diajak bicara hanya menaikan alis seraya kembali meminum coffe americano yang mulai mendingin
“coba dulu lah Raf,,,” bujuk Bastian
“maksud loe, gue harus beracting nangis bombay atau nyanyi sambil nari di tengah ujan , Gitu?” Rafathar menjabarkan adegan di film india yang sering di tonton bi Sum –asistan rumah tangganya
“yah,,, se enggak nya kalo loe main itu film, selain loe menambah pengalaman—“
“film itu juga akan menggunakan salah satu lagu loe buat sountrack, iya kan?” potong Rafathar.
“duit mulu sih loe,,,” sambung Rafathar
“iya raf, gue ngerti loe itu di lahirin jadi orang kaya. Tinggal slonjoran aja loe udah daper duit. Lah gue? Anak ada dua, bini pengen banget beli tas kayak temen-temen arisannya” Keluh Bastian seraya meletakkan Tab diatas meja
“Bast, Gue bukannya nggak mau”
“Terus apa? Nggak Pe-De, Malu? Loe tuh ganteng Raf, Karisma loe luar basa banget. Di luaran sana banyak banget yang bahkan rela antri buat casting iklan yang Cuma kliatan kakinya doang. Nah kamu Raf.... Tinggal njalanin semua ini aja”
“....” tak ada jawaban dari Rafathar
“nggak selamanya kamu akan Di dunia entertaiment Raf, Banyak diluaran sana yang punya bakat lebih dari loe yang siap nggantiin posisi loe kapan aja”
Rafathar hanya menundukan kepala mencerna apa yang diucapkan managernya itu
“udah gue balik dulu, udah malem” Bastian beranjak dari duduknya lalu kemudian menepuk pundak Rafathar


Friday, 1 January 2016

“The Rich”


“The Rich”
prolog

Apa yang akan kalian lakukan jika kalian terlahir didunia dengan segala kemewahan dan kedudukan yang sempurna ??
Rafathar malik ahmad, seorang anak laki-laki yang dilahirkan dengan segala harapan
Dilahirkan dengan segala kemewahan yang didapat, dari masih berbentuk zigot saja ia sudah berlimpah harta dan doa.
Jika banyak orang yang lebih memilih menikmati hasil jerih payah orang tuanya lain hanya Rafathar, ia lebih memilih menjaliani karirnya sendiri sebagai seorang musisi dari pada duduk di belakang meja dengan sejumlah berkas yang berteriak ingin di tandatangani.
Selain memiliki wajah yang rupawan yang di turunkan oleh sang kakek, Rafathar juga dikaruniai suara yang khas dan berkarakter ia juga mempunyai karisma yang kuat sehingga pada awal dia hadir dikancah permusikan ia sudah memilii tempat tersendiri di hati masyaraka.
Tetapi dibalik semua kesuksesannya yang didapat, Rafathar juga manusia biasa yang tidak selamanya berada dalam jalur yang benar.
Semakin tinggi pohon itu tumbuh, semakin kencang pula angin yang menerpa
Pepatah itu memang benar ada nya, dan itulah yang dialami Rafathar