“The
Rich”
#1 labuh
Halloween
Ra,,,, fathar,,,,,,,
Ra,,,,, fathar,,,,,,, Ra,,,,, fathar,,,,,,,
Sorak
soray para penggemar Rafathar menggema memenuhi studio tempat ia baru saja
menyelesaikan sebuah lagu
“rafathar,,,,,
he is so cool, man,,,, wuuhh” sapa host pembawa acara music yang dibalas
senyuman dari rafathar
Disela-sela
perbincangan mengenai konser pertama dirinya, rafathar menangkap sosok yang
selalu menemani kemana pun dia berada
Thalia
Putri
Yah,
itulah nama gadis tersebut. Gadis periang yang memiliki jiwa pantang mundur dan
ia cenderung orang yang cuek tak peduli pendapat orang lain jika ia tengah asik
berambisi mendapatkan sesuatu
Rafathar
melambaikan tangannya untuk memberi salam pada Thalia, tetapi para penggemar
rafathar yang berada disekitar thalia lah yang bersorak heboh hingga Thalia
menjepikkan bibirnya seraya memandang acuh para wanita di sampingnya
######
“Rafathaaaarrrr,,,,,”
“tadi tuh
kamu keren banget,,,”
“harusnya
tadi kamu bilang kalo lagu itu kamu nyanyiin buat aku”
Tak perlu
melihat siapa yang tengah berbicara di balik punggungnya kini, suara itu. Suara
yang sangat dia hafal di luar kepala
Hingga
mungkin jika ia tengah tak sadarkan diri sekalipun, ia pasti tau suara itu milik
siapa
Rafathar
berjalan menuju mobilnya dengan pengawalan dari beberapa orang,
tapi pada
dasarnya Rafathar memiliki sifat yang ramah sehingga ia menghentikan langkahnya
beberapa menit untuk menyapa para penggemar dan awak media yang sudah menunggu
“oke,,,,,
Stop,,,,!!!!”
“waktu
jumpa fans sudah habis,,,,,” ujar Thalia dengan gaya khas dirinya
“my baby
Rafathar mau istirahat”
“Permisi,,,”
ketus Thalia
Dengan
rasa percaya dirinya yang tinggi, Thalia mengapit lengan Rafathar menuju
mobilnya
Sedangkan
Rafathar hanya tersenyum menghadapi sifat Thalia yang tak pernah berubah,
tetapi harus Rafathar akui cara ini cukup ampuh untuk menghadapi mereka
“oke
Ningrat, satu cup eskrim apakah cukup untuk mendinginkan kepalamu?”
Ningrat
adalah panggilan kecil thalia, hanya orang-orang yang mengenal ia sejak kecil
sajalah yang memanggil Thalia dengan panggilan tersebut
Thalia
mengerutkna keningnya, begitupun Rafathar yang mengangkat satu alisnya ketika
melihat reaksi Thalia
“ditambah
beberapa Cakedan wafelle, kurasa tak membuat kantung mu jebol seketika tuan”
ujar Thalia seraya memberikan senyuman khas dirinya
Thalia merona
ketika Rafathar mengacak acak rambutnya
Thalia
memang sedikit bersikap overprotective terhadap Rafathar, hari ini
adalah salah satu contoh dari sekian banyak yang Thalia lakukan untuk melindungi
Rafathar
Flashback
“Rafathar,,,
boleh mintha fotonya ka” ujar salah satu remaja yang menghamipiri Rafathar
disalah satu mejaStrarbuck
“ok iyah boleh,,,”
Rafathar
kemudian bangkit dari duduknya, memasang senyum menawan menghadap kamera
Cekrek,,,,,
Mereka
mengabadikan momen dengan satu kalil jepretan kamera Handphone
“Waahh,
hasilnya bagus,,,,,Sekali” seru remaja tersebut namun detik berikutnya, ia
mengerutkan dahinya ketika melihat ada orang lain di sisi kiri Rafathar.
Remaja
jersebut sembunyi-sembunyi melirik keberadaan wanita di samping Rafathar
“Kenapa,,!!”
sungut Thalia
“Masalah
??” melihat raut wajahnya yang penuh dengan perinatan, Fans Rafathar pun
langsung menggelengkan kepala seraya mengucapkan terimakasih
Begitujuga
selanjutnya, setiap kali Rafathar melayani permintaan para penggemarnya untuk
berfoto pasti dia berada di sebelah kiri atau kiri Rafathar dengan posisi tubuh
yang mendempet, walaupun ada beberapa orang Fans Rafathar yang ada dalam satu
foto sekalipun
“Thalia,,,,
kamu duduk dulu yah, nggak usah ikut foto terus, ntar capek loh” rayu Rafathar
untuk ke berapa kalinya
Tapi
memang Thalia kepala batu, ia tetap sersikukuh untuk foto. Dengan alibi untuk
melindingi Rafathar dari tangan jail Fans nya
Perbuatan
Thalia sempat menjadi trending topick media sosial,
tetapi
berkat kecanggihan teknologi, tak sedikit dari mereka yang melakukan phoses
editing pada foto tersebut
entah
hanya aksi Crop atau mengubah wajah Thalia menjadi beruang, kucing atau labuh
Halloween
*****
“Raf,,,
tadi gue dapet telfon dari produser film, katanya dia tertarik tuh sama loe”
ujar Bastian selaku manager Rafathar
“ugh,,,,
tertarik sama gue? Mksud loe? Dia kan cowok bast!!”
“eh gila
loe, bukan Tertarik yang kayak gitu. Dia mau bikin film, dan ngajak loe
buat gabung ke film garapan dia itu” ujar bastian menjelaskan kekeliruan yang
di pikirkan Rafathar
Sedangkan
yang diajak bicara hanya menaikan alis seraya kembali meminum coffe americano
yang mulai mendingin
“coba
dulu lah Raf,,,” bujuk Bastian
“maksud
loe, gue harus beracting nangis bombay atau nyanyi sambil nari di tengah ujan ,
Gitu?” Rafathar menjabarkan adegan di film india yang sering di tonton bi Sum
–asistan rumah tangganya
“yah,,,
se enggak nya kalo loe main itu film, selain loe menambah pengalaman—“
“film itu
juga akan menggunakan salah satu lagu loe buat sountrack, iya kan?” potong
Rafathar.
“duit
mulu sih loe,,,” sambung Rafathar
“iya raf,
gue ngerti loe itu di lahirin jadi orang kaya. Tinggal slonjoran aja loe udah
daper duit. Lah gue? Anak ada dua, bini pengen banget beli tas kayak
temen-temen arisannya” Keluh Bastian seraya meletakkan Tab diatas meja
“Bast,
Gue bukannya nggak mau”
“Terus
apa? Nggak Pe-De, Malu? Loe tuh ganteng Raf, Karisma loe luar basa banget. Di
luaran sana banyak banget yang bahkan rela antri buat casting iklan yang Cuma
kliatan kakinya doang. Nah kamu Raf.... Tinggal njalanin semua ini aja”
“....”
tak ada jawaban dari Rafathar
“nggak
selamanya kamu akan Di dunia entertaiment Raf, Banyak diluaran sana yang punya
bakat lebih dari loe yang siap nggantiin posisi loe kapan aja”
Rafathar
hanya menundukan kepala mencerna apa yang diucapkan managernya itu
“udah gue
balik dulu, udah malem” Bastian beranjak dari duduknya lalu kemudian menepuk
pundak Rafathar
No comments:
Post a Comment