My Wife,
My Little Friend (Part 18)
Cerita ini hanya khayalan semata… apabila terdapat
kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…
Happy Reading,,,,,,,,,,,,
Part 18
Tanpa mereka ketahui tingkah lakunya diam diam telah di
perhatikan seorang gadis yang sedari tadi berdiri di balik pintu, ia hanya
melihat mereka dari sepotong kaca yang menempel pada pintu tersebut.Dengan muka
kesal wanita itu berbalik untuk segera pergi manjauh, belum sempat gadis itu
melangkahkan kakinya tiba tiba ia berpapasan dengan mama amy,,,,
“eh vellove,,, apa kabar ko di luar sih,,,” ujar mama amy
“eh ee,,,, itu tan tadi ada yang ketinggalan di
mobil,,,,”
“oh gitu,,, ya udah sini masuk dulu, di dalem juga ada
gigi loh,,,”
“ah nggak usah deh
tante, nggak enak ngganggu raffi sama gigi,,,” Dengan seribu alasan velove pun
ia berikan kepada mama amy agar tidak memaksanya untuk bertemu dengan raffi.
“Loh kok nggak enak sih,,,, kalian kan berteman,,,”
“iya sih,,, tapi tadi vellove liat sekilas raffi lagi
serius ngobrol sama gigi jadi takut ngganggu,,, hehe” ujar vellove
“oh iya memang semenjak raffi sakit, gigi selallu nenggok
kesini,, yaa hmpir tiap hari lah sepulang sekolah,,, mungkin karena gigi tahu
raffi bakal BT kalo sendirian terus kan,,,,”
Mendengar perktaan mama amy yang terlihat sangat akrab
dengan gigi, velove pun di buat semakin tidak ingin masuk menemui mereka. Hingga
Ia teringat sesuatu yang dapat membuat hubungan mereka renggang (mama may &
gigi)
“bukan itu kali tante alasannya, mungkin karena gigi nggak
enak sama raffi dan tante,,,”
“loh
ko nggak enak,,,, nggak enak kenapa,,” selidik mama amy
“loh mama amy
belum tau,,, gigi kan yang menyebabkan raffi jadi kaya gini,,,”
“maksud kamu apa vellove,,,” seru mama amy kaget
Merasa mendapatkan kesempatan emas untuk menjelek jelekan
gigi di depan mama amy “iya jdi gini loh tante,,,,,” vellove pun menjelaskan alasan kenapa raffi bisa
terbaring di rumah sakit ini
Perlu pembaca ketahui, vellove menaruh dendam terhadap
nagita. Karena velove merasa gigilah penyebab karam nya hubungannya dengan
raffi.
Saat mendengarkan penjelasan dari velove, mama amy hanya
menggeleng geleng kan keplanya. tanggannya memegang dadanya yang kian sesak
terasa saat mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Saat vellove selesai
menjelaskan apa yang ia ketahui dari
teman teman sekolahnya, mama may segera meninggalkan vellove. Dengan penuh
marah mama amy membuka pintu kamar raffi hingga membuat orang yang berada di
dalamnya tersentak kaget.
“astaghfirullah,,,” seru raffi dan gigi dengan hampir
bersamaan
“pergi kamu dari sini,,,,” seru mama may seraya
menunjukkan jari telunjuknya kearah gigi. “hah,,,tante ken,,,,”
“udah ga usah banyak Tanya, sekarang kamu pergi dari
sini, jauhi ank saya,,, cepat pergi,,,,” potong mama aamy,
“mah mamah apa apaan sih ngusir gigi kaya gitu,,, mah”
nampaknya percuma saja raffi mengatakah hal yang demikian, karena mama amy
sangatlah kecewa dengan orang yang selama ini di nilai baik di matanya
Dengan sedikit
menarik tubuh nagita keluar mama amy menjelaskan sedikit alasan yang membuatnya
melakukan hal ini “tolong jangan dekati anak saya lagi,,,, sudah cukup gi,,,,
cukup kamu buat raffi menderita seperti ini,,,, udah sekarang kamu pergi dari
sini dan jangan temui anak saya lagi,,,,”
Mendengar penjelasan itu, dengan muka menunduk gigi
mengucapkan permohonan maaf yng teramat sangat kepada raffi dan mama amy,,,
“iya,, saya memang salah tante,,,,, maaf selama ini saya
bukan teman yang baik untuk raffi,,,, saya akan menjauhi raffi sekarang dan
selamanya,,,,, sekali lagi maaf,,,” dalam ucapannya terlihat sekali nagita
menahan tangisnya didepan mama amy dan raffi. Dengan berat hati gigi membalikan
tubuhnya untuk keluar dari kamar tersebut
Di luar ruangan vellove melihat semua kejdian tersebut
dengan senyum kepuasan menghiasi bibirnya, dan segera pergi bersembunyi tatkala
melihat gigi yang hendak menghampiri pintu dengan air mata yang menetes di
pipinya.
“hah rasain loe,,,,” ujar vellove pelan yang melihat gigi
menjauh dari ruangan tersebut
Di dalam kamar, mama amy tak menjawab satupun pertanyaan
yang di lontarkan raffi
“mah,,, mamah apa apaan sih,,, kan kasian gigi tuh
nangis,,,, lagian kan sekarng affi udah nggak apa apa ,, affi udah sehat kok,,
ini tuh bukan salah si gigi,,,,, si nanda aja yang,,,,” belum sempat raffi
melanjutkan perkataannya, tiba tiba mama amy menghentikan pembicaraan raffi
dengan nada tinggi “affi,,,,, diam,,, nurut apa kata mama,,,!!!!” seru mama amy
“tapi mah,,,,,”
“affi,,,,” melihat mama amy yang semakin marah, raffi pun
memutuskan untuk diam
Hari demi hari telah raffi lewati tanpa hadirnya seorang
gigi disampingnya, setiap pintu kamarnya terbuka ia selallu berharap gigi lah
yang berada di baliknya. Tapi apa daya semua ini telah mengubah jalan
ceritanya, semua angan dan cita raffi telah punah seketika tatkala mamah amy
tak menyukai apa yang anaknya lakukan.
Sampai pada suatu hari, billy dan temannya yang lain
menjenguk dengan beberapa buku di tasnya
“hay fi pa kabar,,,,” sapa billy
Tapi tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut
raffi, hanya senyum terpaksa yang terpancar dari bibirnya
“oh yah,, ni ada titipan,,,,,,” bily mengeluarkan buku
buku yang sejak tadi membuat punggungnya terasa berat
“,,,, dari nagita,,”
Mendengar penjelasan selanjutnya dari billy, seketika
mata raffi berbinar binar. Ia segera mengambil buku buku itu dan membuka
bukanya berharap ada secari kertas pesan untuknya. Tapi usahanya sia sia, raffi
hanya melihat torehan tinta dari tangan nagita bertuliskan materi materi yang
diberikan oleh sang guru. Tapi ini semua memberikan sedikit semangat untuk
raffi karena ia sangat tau bahwa tulisan itu benar benar di tulis ulang oleh
gigi bukan Cuma sekedar copy an semata.
“gue ga percaya mama loe bakalan bertindak kaya gini
fi,,,, gue juga ga tau siapa orang yang ngasih tau semua ini ke nyokap loe,,,”
“hmm,,,, gue juga nggak tau wan,,,, udah lah mending kita
mikirin gimana caranya ini semua bias balik kaya dulu lagi,,,,” ujar raffi
Beberapa hari setelah kejadian itu, raffi telah
diperbolehkan pulang. Keberangkatannya ke sekolah di sambut hangat oleh teman
temannya. Dari sekian banyak temannya tak terlihat sosok nagita, ya nagita
sosok wanita yang membuatnya ingin cepat cepat kembali ke sekolah ini. Tapi
hingga jam sekolah hampir usai ia tak kunjung menemukan sosok itu.
“eh ky,,,, kia,,,,
sapa raffi,,,”
“eh iya ffi knpa???”
“gigi mana ko gue dari tadi nggak liat gigi,,,,,”
“oh,,, gigi dia lagi ga masuk hari ini,,,,”
“Hah,,,, nggak masuk,,, dia sakit,,, sakit apa,,, haduh
haduh gimana dong,,” ujar raffi panic
“wuissttt sabar bro,,,, dia nggak masuk karena ada kepentingan
kluarga, nggak tau katanya mau apa gitu,,,,”
“hufftttt,,,, syukur deh,,, kirain apa an,,,,” ujar raffi
yang sedang mengusap udap dadanya
Ke esokan harinya, raffi berangkat sekolah lebih pagi
dari biasanya. hanya Terlihat beberapa motor dan mobil yang sudah trparkir
dengan rapih di sana,,,,
Di depan lahan parkir, raffi duduk dengan mengangkringkan
kaki kirinya di paha kanannya. Setelah hampir beberapa menit celingukan kesana
kemari, tiba tiba mata raffi tertuju pada suatu mobil merah yang berhenti tak
jauh dari tempatnya duduk. Seakan ia mengetahui siapa pemiliknya, raffi pun
langsung berdiri dan mengembangkan senyum andalannya.
Jantung raffi berdetak kencang tatkala pintu itu terbuka
dan terlihat seorang ber rok abu abu dengan spatu kets putihnya keluar dari
mobil. udara pagi yang menerpa rambut indahnya seakan menambah ke elokan wanita
tesebut, Dengan langkah anggunnya wanita itu pergi menjauh dari mobil yang ia
kenakan. Sedangkan Raffi hanya diam mematung seperti terhipnotis akan keadaan.
“raffi,,,,” ujar wanita tersebut
Mendengar sapaan itu, senyuman semakin merekah di bibir
raffi. Ia pun secera bersamaan mendekat satu sama lain
“kamu udah sehat,,,,”
“hu’um,,,” ujar raffi sambil membuka tanggan dan
mengangkat bahunya untuk menunjukan sekarang ia baik baik saja
Tiba tiba wanita tersebut memeluk tubuh raffi tatkla
mendengar dan melihat keadaan raffi yang sudah jauh lebih baik “eeeemmmmmm
syukur deh,,,,,,”
Dengan posisi tangan nya yang masih terbuka raffi
terkejut bukan main, matanya terbelalak kaget saat mendapatkn perlakuan
sedemikian rupa dari wanita yang sejak dulu Ia kagumi.
“I I iya gi,,,,, aduh,,,” eluh raffi
Seketika wanita tersebut melepaskan pelukannya “hah
kenapa kenpa,,,, mana yang sakit,,,” sambil memegang bahu raffi dan melihat
lihat badan raffi dengan pandangn panic.
“hem,,, masih ngilu,,,” ujar raffi dengan memegang
perutnya
“ya allah raffi,,,, maaf maaf,,,, haduh gara gara gue loe
jadi kesakitan gitu,,,, maaf yah” ujar wanita tersebut dengan sedikit
membenarkan rambutnya yang sering terlihat terurai indah.
“gi,,,,” ujar raffi memanggil nama wanita yang berdiri di
depannya
“hum,,, apah,,,” ujar nagita, ya wanita tersebut adalah
nagita
“maaf yah, atas kelakuan mamah gue ke loe tempo hari ,,,”
Mendengar perkataan raffi, nagita pun seketika diam. Dan
sedikit memalingkn wajahnya.
“em, mungkin mamah syok tau semua masalah ini, tapi aku
yakin ko di dalam hati kecil mamah dia nggak mau nglakuin itu semua ke loe
gi,,,,”
“udah lah, lupain aja lagian gue pntes ko dapetin semua
ini,,,, ya emang bener fi, gue harus lebih jaga jarak dari loe supaya loe nggak
di ganggu nanda terus,,,,”
“loe nggak perlu takut lagi gi, sekarng kan nanda di
buii, jadi udah nggak ada lagi yang bisa nyakitin kita lagi, terutama kamu”
ujar raffi yang sedikit mencubit hudung gigi
“tapi fi kamu tau sendiri nanda orangnya gimana,,,” balas
nagita yang sedang menggelap dan menggerak gerak kan hidungnya
“seeeettttt udah ah berisik,,,, ayo masuk kelas,,” raffi
pun menggandeng tangan gigi untuk mengajaknya memasuki kelas.
Hari demi hari mereka lewati, hingga sampai pada hari
pengumuman kelulusan itu tiba. Satu persatu siswa siswi keluar dari kelas
dengan membawa amplop putih yang berisikan hasil akhir dari pejuangan selama
tiga tahun. Mereka semua terlihat kegirangan dan saling menyemprotkan pilok
satu sama lain saat melihat isi amplop tersebut, tapi ada satu sosok yang
terlihat gugup dari sekin siswa.
“gigi,,,,,, gue lulus gi,,,” ujar kia
“ah,,, selamet yah ky,,,” ujar gigi
“eh loe gimana,,, lulus kan,,,,” selidik kia saat
menyadari gigi yang terlihat gugup
“em,,, e,, gue nggak tau,,”
“loh ko nggak tau sih,,, di buka dong,,, sini gue buka
in,,,,” kia pun segera merebut amplop yang berada di tangan nagita
Dengan lantang kia
membacakan isi surat tersebut di depan gigi, sedangkan gigi yang terlihat
ketakutan dengan kedua tanggan nya yang sibuk menutupi telinganya.
“yang tercantum dibawah ini atas nama NAGITA SLAVINA
MARIANA TENGKER dinyatakan ,,,,,,,, LULUS,,,”
Mendengar ucpan kia, gigi pun segera melepaskan kedua
tanganya untuk segera merebut kertas tersebut lalu membaca dan melihat ulang
seakan tak yakin atas apa yang Ia dengar dari sahabatnya. Mereka pun segera
berpelukan dengan erat dengan loncat kegirangan.
“gigi,,,,, kya,,,,” seru raffi dan billy dengan berlarian
menghmpiri keduanya
“gue lulus,,,,, “ seru raffi
“aaaaaaa,,,, selamet yah,,,” tak mereka sadari mereka pun
berpelukan dengan loncatan loncatan kecil dikakinya.
“ye ye ye ye,, kita lulus,,,, kita lulus” seru raffi yang
masih asyik dengan loncatannya
“ye udah kali peluknnya,,,,” seru billy
Mendengar ucapan billi raffi dan gigi pun seketika kaget
dan segera melepaskan pelukannya. “eh iya maap maap,,,” terlihat jelas
bagaimana keduanya gugup dan canggung didepan teman temannya
“gue juga mau kali gi di peluk,,,,” seru billy yang
membentangkan tanggannya kearah gigi
Namun raffi segera mendaratkan pukulan kecil di kepala
billy, “apa an sih loe bil,,,,” grutu rffi kesal
“cieeee
ada yang cemburu ,,, hahay” seru billy
Mendengar ledekan dari billy, raffi segera
menyemprotkkannya ke tubuh billy dengan pilok yang sedari tadi ia bawa. Mereka
pun berlarian untuk menghindar dari semprotan masing masing, begitu pun gigi
dan kia mereka tak luput dari kejahilan kejahilan kedua temannya ini.
Saat raffi dan billy duduk bersama karena kelelahan,
billy mencoba menanyakan sesuatu yang sebenarnya sudah sejak lama mengganjal di
pikirannya.
“eh fi, gue aneh deh liat loe ama gigi,,,”
“kenapa,” jawab raffi enteng
“loe suka kana sama gigi,,,”
“nggak biasa aja,,,,”
“jangan bohong loe,,,, udah ngaku aja,,,”
“nggak dia tuh orangnya baik, pinter, lucu, polos
lagi,,,”
“tuh tuh kan,,,,” ujar billy sembari menunjuk kea rah
raffi
“pa an sih bil,,,” dengan menangkis tangan billy yng
terlihat mengganggu
“udh pacarin aja fi,,,”
“hem,,,, cewek kaya dia tuh bukan buat di pacarin
bil,,,,”
“han terus,,,,” selidik billy
“cewek kaya dia tuh pantesnya buat di nikahin bukan buat
di pacarin,,,”
Mendengar ucapan raffi, billy pun seketikak tertawa
terbahak bahak “ hahahahahah”
“yeh bener bil,,, dia tuh cewek yang langka,,,,, jarang
banget bisa di temuin,,”
Dengan sisa sisa tawanya billy mencoba menanggapi apa
yang di katakana raffi “haha haha ya udah sono nikahin,,,,”
“ah elu
mah becanda mulu,,,,,”
“yak an
kata loe si gigi bukan buat di pacarin tapi buat di nikahin ya berarti loe
nikahin dong,,,”ujar billy ngasal
“ya enggak secepet ini juga kali bill,,,, elu mah”
“hahahahah terus gimna dong,,,”
“ya tunggu gue sukses dulu, nih yah ntar gue bakal
nglamar dia di depan orang banyak, dengan berlutut,,,,,,,,,, meminta dia di
depan kedua orang tuanya, hahay romantis nggak gue,,,” ujar raffi memperagakan
apa yang ia ucapkan
Billy yang mendengar ucapan raffi hanya bisa membalasnya
dengan tertawa lebih terbahak bahak di depannya.
“hahaha hhaha hduh fi, udah ,,,, udah nglawaknya udah perut
gue sakit,,,,” ujar billy dengan memegangi perutnya
“ih iya bener,,,,”
“tapi kapan fi,, keburu di embat tuh si gigi,,,”
“ye elu bill, ntar kali,ni juga baru lulus SMA, ntar nih
yah kalo gue udah punya rumah sendiri, udah punya apartemen sendiri, baru gue
lamar gigi hahaha eh satu lagi udah punya mobil sport,,, yang mobilnya gini
bil,,,, wuuiiiisssstt,,,” jelas raffi dengan semangat menirukan lekuk mobil
yang ia impi impikan
Melihat kedua temannya yang sedang asik bergurau, nagita
dan kia dengan baju SMA nya yang penuh dengan warna warni pilok. Menghampiri
keduanya “kenapa loe bill ketawa sampe
kya gitu banget,,,,,”
“hahahaha iya ini si raffi hempt hempt,,,” belum sempat
billy menjawab apa yang di tanyakan nagita, raffi segera mendaratkan tangannya
tepat kemulut billy untuk menahan agar ia tak melanjutkan apa yang ia akan
katakan.
“ah nggak billy Cuma mau bilang itu tadi ada yang
kepleset di sana,,,” ujar raffi dengan
tangan yang masih berada di mulut billy
“ohh,,,” jawab gigi polos
“jangan ember loe bill,,,,,,,” bisik raffi terhadap
billy, lalu billy mengangggukan kepalanya lalu raffi melepaskan bekapan
tangannya terhaap billy
“hahahahahaha,,,,,,,,,,,”
“jengong bil,,, jengong,,,” sembari memberikan kode
kepada billy
Lalu mereka pun berbincang bincang sebelum memutuskan
untuk pergi dari sekolah untuk sekedar makan siang sebagai perayaan atas
keberhasilan perjuangan mereka selama 3 tahun belakangan ini.