My Wife,
My Little Friend (Part 11)
Cerita ini hanya khayalan semata… apabila terdapat
kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…
Part 11
Raffi terlihat serius mendengarkan penjelasan dari wa
mudi
“,,, nah uwa sih pengennya raffi yang ngegantiin posisi
ayah raffi di perusahaan,,,”
Mendengar penuturan wa mudi raffi seketika tercengang, ia
merasa belum siap menerima tanggung jawabyang amat sangat besar bagi
hidupnya.....
“tapi wa,,, affi
kan masih sekolah,,,,,” kelit raffi
“tapi kan affi bentar lagi luluskan , jadi bisa bantuin
uwa di kantor,,, buat gantiin posisi ayahmu yang kosong ffi ” ujar uwa mudi
“tapi affi belum siap wa,,,” ujar raffi
“fi kamu udah gede, anak pertama, anak cowok satunya
juga, masa mau main main terus,,,,” ujar uwa mudi
“tapi wa,,,” seru raffi
“udah affi,,,,” ujar mama amy sembari memegang lengan
raffi yang hendak bangkit dari tempat ia duduk
Mendapat perlakuan itu raffi segera mengurungkan niatnya
untuk membantah ucapan sang paman.
“,, kamu udah udah besar raffi harusnya kamu bisa jadi
contoh buat adik adikmu itu,,,,,” ujar wa mudi
Mendengar itu raffi yang sedari tadi menundukan kepalanya
tiba tiba langsung menolehkan wajahnya melihat adik adiknya yang masih kecil
“aarrrrgggghhhh,,,,” teriak raffi dengan kedua telapak
tangannya yang menutupi wajah dan kepalanya
Lalu raffi melangkahkan kakinya pergi, meninggalkan semua
tanpa menolehkan wajahnya lagi
“,,,affi ,,a ,,, aa,,!!!!” suara mama amy yang ingin
menahan anaknya, tetapi wa mudi langsung seketika menahan langkah mama amy,,,
“udah ,,,, kita berikan waktu buat dia berbikir,,,” ujar
wa mudi
Di dalam kamaranya raffi terus murung, memukul mukul
bantal yang berada di dekapannya. ia merasa bahwa raffi belum siap menerima
keadaan ini, ayahnya sudah pergi meninggalkannya sendiri dengan segala tanggungjawab
yang ia pikul kelak. untuk menjaga, melindunngi dan sebagai sosok kaka
sekaligus kepala kluarga bagi ibunya dan kedua adiknya nisya dan syahnas. Tak
terasa raffi pun terlelep dengan air mata yang masih terlihat sangat segar
di pipinya, didalam tidurnya raffi bermimpi
Raffi yang sedang dalam kebinggungan tiba tiba terlihat
bayangan mendekat, semakin jelas semaik jelas,,,
“ayah,,,,,” seru raffi yang langsung memeluk sang ayah
Di dalam mimpi, sang ayah memegang pundak raffi seraya berkata,,,,
“raffi anak ku,,,, kamu tidak usah menangis,,, lihat
itu,,,,(menunjuk ke arah sinar yang begitu terang) masadepan mu begitu cerah
nak, ayo bangkit dan buktikan pada semua bahwa kamu bisa, dan kamu jangan
pernah melupakan ibumu, serta kedua adikmu yang masih sangat kecil jaga mereka,
lindungi mereka, bahagiakan mereka,,,,,”
Mendengar itu, raffi menangis dan berlutut di depan sang
ayah
“tapi ayah,,, affi belum siap,,,, raffi raffi,,,,” belum
sempat raffi melanjutkan perkataannya tiba tiba
“raffi,,,, liat ayah,,,, ayo bangkit dan buat ayahmu
bangga di sini,,,,”
Raffi segera bangkit dan mengikuti suara yang bergema di
situ
“ikuti cahaya itu nak,,,, dan segeralah kamu bangun,
ambillah air wudhlu kemudian sholatlah, doakan ayahmu disini,,,” suara itu
sungguh sangat jelas di dengar raffi
“Ayah,,,,,” Dengan suara parau raffi terbangun dengan
sedikit tersentak
“astaghfirullah haladzim,,, astaghfirullah haladzim,,,”
ucap raffi dengan berusaha mengatur nafasnya kembali
Saat tangannya berusaha mengusap wajahnya, ia merasakan
air mata yang masih segar mengalir di pipinya yang berarti raffi menitihkan air
matanya saat ia tidur. Kemudian raffi ingat suara yang terakhir ia dengar,
raffi langsung pergi menggambil air wudhlu kemudian ia solat.
“ya allah yang maha pengasih dan penyayang ampunilah
segala dosa hambamu ini lampangkanlan kubur ayah hamba, ampunilah segala dosa
beliau, ya allah sang pemberi segalanya tuntunlah hambamu ini kejalan yang
telah di ridhai engkau, ya allah sang pemberi umur lindungilah hambamu ini
serta ibu dan kedua adik ku, panjangkanlah umur mereka,,,,,” ujar raffi diakhir
sholat malamnya ini
Keesokan harinya, sebelum berangkat sekolah terlihat
pemandangan yang rutin di lakukan mamah amy yaitu menyiapkan makan pagi untuk
anak anaknya.
“mah,,,,” sapa raffi
“haduh anak mama yang paling ganteng udah bangun,, ,,,,,”
puji mama amy yang melihat raffi anaknya sudah sangat rapih walau matanya masih
terlihat sembab akibat menangis semalam
“mah,,raffi mau ngomong penting,,,” ujar raffi yang
sedikit mengagetkan mama amy
“mau ngomong apa ,,,,,” jawab mama amy sembari
mengoleskan selai coklat ke roti untuk raffi
“mah,,,,” ujar raffi yang diikuti uluran kedua tangannya
memegang tangan mama amy
“,,,,affi janji, akan selallu ngejagain, nglindungin,
ngebahagiain, dan akan selalu buat mamah, nisya sama nanas, banga punya anak
dan kaka kaya affi,,,”
Mendengar perkataan itu, mama amy seketika meneteskan air
matanya, dan mereka pun segera berpelukan.
Tanpa sepengetahuan mereka, ternyata nanas dan nisya
mendengar apa yang dikatakan raffi, mereka segera berlarian dan memeluk raffi
serta mama amy,,,,,
Menyadari hal itu raffi langsung memeluk mereka dan
menggendong nanas yang saat itu masih la sagat kecil dan tidak begitu paham apa
yang terjadi pada keluarganya saat itu. Sejak saat itu raffi menjadi individu
yang jauh lebih baik, ia lebih memprioritaskan keluarganya dari pada bermain
dengan teman temannya,,,,,,
Untuk masalah perusahaan, wa mudi memberikan kelonggaran
pada raffi, ia tak harus bolak balik bandung jakarta untuk menggantikan sang
ayah ia cukup beberapa kali dalam sebulan untuk pergi “menjenguk” perusahaannya
itu.
Pada awal semester kelas 3, sekolah mengadakan beasiswa
keluar negri untuk beberapa siswa yang berprestasi. dalam deteran nama calon
penerima beasiswa terdapat nama yang tidaklah asing di sekolah tersebut, karena
ia memang sangatlah populer di bidang study. nagita slavina mariana tengker iya
dia adalah nagita atau sering di panggil gigi, dalam riwayat study nya memang
gigi adalah sosok siswa yang sangat lah pandai. ia selalu menduduki pringkat 3
besar dalam satu angkatanya.
Berbeda dengan raffi, ia harus puas dengan nilai yang ia
dapat walau ia harus berjuang mati matian, tetapi perlu pembaca ketahui ia tak
pernah absen masuk kedalam peringkat 10 besar di kelasnya. (alkhamdulilah). Melihat nama
nagita di deretan calon penerima beasiswa, raffi langsung kegirangan dan segera
mencari orangtersebut.
“gi,,gi,,” seru raffi yang mendapati nagita sedang asyik mendengarkan musik lewat
earphone dan memakan
makanan ringan di tangannya
“iya apa,,” ujar gigi sante
“loe udah liat mading belum,,,” seru raffi semangat
“udah,,,” jawab gigi yang masih asik makan
“udah,,,, terus loe biasa aja gitu,,,” ujar raffi binggung
“iya terus kenapa gue harus loncat loncat gitu, apa gue
harus teriak teriak kegirangan,,,,” seru nagita yang diiringi langkah kaki yang
cepat meninggalkan raffi
“nah,,, kenapa,,,,!!” ujar raffi bingung
Sejak penggumuman itu di tempel,,,, ia sering terlihat
menyendiri di temani alunan musik dari earphone yang ia gunakan, nagita
terlihat sangat lah sedih seperti sedangmemikirkan sesuatu.
No comments:
Post a Comment