Wednesday, 5 November 2014

My Wife, My Little Friend (Part 11)

My Wife, My Little Friend (Part 11)

Cerita ini hanya khayalan semata… apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…
Part 11
Raffi terlihat serius mendengarkan penjelasan dari wa mudi
“,,, nah uwa sih pengennya raffi yang ngegantiin posisi ayah raffi di perusahaan,,,”
Mendengar penuturan wa mudi raffi seketika tercengang, ia merasa belum siap menerima tanggung jawabyang amat sangat besar bagi hidupnya.....
“tapi wa,,,  affi kan masih sekolah,,,,,” kelit raffi
“tapi kan affi bentar lagi luluskan , jadi bisa bantuin uwa di kantor,,, buat gantiin posisi ayahmu yang kosong ffi ” ujar uwa mudi
“tapi affi belum siap wa,,,” ujar raffi
“fi kamu udah gede, anak pertama, anak cowok satunya juga, masa mau main main terus,,,,” ujar uwa mudi
“tapi wa,,,” seru raffi
“udah affi,,,,” ujar mama amy sembari memegang lengan raffi yang hendak bangkit dari tempat ia duduk
Mendapat perlakuan itu raffi segera mengurungkan niatnya untuk membantah ucapan sang paman.
“,, kamu udah udah besar raffi harusnya kamu bisa jadi contoh buat adik adikmu itu,,,,,” ujar wa mudi
Mendengar itu raffi yang sedari tadi menundukan kepalanya tiba tiba langsung menolehkan wajahnya melihat adik adiknya yang masih kecil
“aarrrrgggghhhh,,,,” teriak raffi dengan kedua telapak tangannya yang menutupi wajah dan kepalanya
Lalu raffi melangkahkan kakinya pergi, meninggalkan semua tanpa menolehkan wajahnya lagi
“,,,affi ,,a ,,, aa,,!!!!” suara mama amy yang ingin menahan anaknya, tetapi wa mudi langsung seketika menahan langkah mama amy,,,
“udah ,,,, kita berikan waktu buat dia berbikir,,,” ujar wa mudi

Di dalam kamaranya raffi terus murung, memukul mukul bantal yang berada di dekapannya. ia merasa bahwa raffi belum siap menerima keadaan ini, ayahnya sudah pergi meninggalkannya sendiri dengan segala tanggungjawab yang ia pikul kelak. untuk menjaga, melindunngi dan sebagai sosok kaka sekaligus kepala kluarga bagi ibunya dan kedua adiknya nisya dan syahnas. Tak terasa raffi pun terlelep dengan air mata yang masih terlihat sangat segar di pipinya, didalam tidurnya raffi bermimpi
Raffi yang sedang dalam kebinggungan tiba tiba terlihat bayangan mendekat, semakin jelas semaik jelas,,,
“ayah,,,,,” seru raffi yang langsung memeluk sang ayah
Di dalam mimpi, sang ayah memegang pundak raffi seraya berkata,,,,
“raffi anak ku,,,, kamu tidak usah menangis,,, lihat itu,,,,(menunjuk ke arah sinar yang begitu terang) masadepan mu begitu cerah nak, ayo bangkit dan buktikan pada semua bahwa kamu bisa, dan kamu jangan pernah melupakan ibumu, serta kedua adikmu yang masih sangat kecil jaga mereka, lindungi mereka, bahagiakan mereka,,,,,”
Mendengar itu, raffi menangis dan berlutut di depan sang ayah
“tapi ayah,,, affi belum siap,,,, raffi raffi,,,,” belum sempat raffi melanjutkan perkataannya tiba tiba
“raffi,,,, liat ayah,,,, ayo bangkit dan buat ayahmu bangga di sini,,,,”
Raffi segera bangkit dan mengikuti suara yang bergema di situ
“ikuti cahaya itu nak,,,, dan segeralah kamu bangun, ambillah air wudhlu kemudian sholatlah, doakan ayahmu disini,,,” suara itu sungguh sangat jelas di dengar raffi
“Ayah,,,,,” Dengan suara parau raffi terbangun dengan sedikit tersentak
“astaghfirullah haladzim,,, astaghfirullah haladzim,,,” ucap raffi dengan berusaha mengatur nafasnya kembali
Saat tangannya berusaha mengusap wajahnya, ia merasakan air mata yang masih segar mengalir di pipinya yang berarti raffi menitihkan air matanya saat ia tidur. Kemudian raffi ingat suara yang terakhir ia dengar, raffi langsung pergi menggambil air wudhlu kemudian ia solat.
“ya allah yang maha pengasih dan penyayang ampunilah segala dosa hambamu ini lampangkanlan kubur ayah hamba, ampunilah segala dosa beliau, ya allah sang pemberi segalanya tuntunlah hambamu ini kejalan yang telah di ridhai engkau, ya allah sang pemberi umur lindungilah hambamu ini serta ibu dan kedua adik ku, panjangkanlah umur mereka,,,,,” ujar raffi diakhir sholat malamnya ini
Keesokan harinya, sebelum berangkat sekolah terlihat pemandangan yang rutin di lakukan mamah amy yaitu menyiapkan makan pagi untuk anak anaknya.
“mah,,,,” sapa raffi
“haduh anak mama yang paling ganteng udah bangun,, ,,,,,” puji mama amy yang melihat raffi anaknya sudah sangat rapih walau matanya masih terlihat sembab akibat menangis semalam
“mah,,raffi mau ngomong penting,,,” ujar raffi yang sedikit mengagetkan mama amy
“mau ngomong apa ,,,,,” jawab mama amy sembari mengoleskan selai coklat ke roti untuk raffi
“mah,,,,” ujar raffi yang diikuti uluran kedua tangannya memegang tangan mama amy
“,,,,affi janji, akan selallu ngejagain, nglindungin, ngebahagiain, dan akan selalu buat mamah, nisya sama nanas, banga punya anak dan kaka kaya affi,,,”
Mendengar perkataan itu, mama amy seketika meneteskan air matanya, dan mereka pun segera berpelukan.
Tanpa sepengetahuan mereka, ternyata nanas dan nisya mendengar apa yang dikatakan raffi, mereka segera berlarian dan memeluk raffi serta mama amy,,,,,
Menyadari hal itu raffi langsung memeluk mereka dan menggendong nanas yang saat itu masih la sagat kecil dan tidak begitu paham apa yang terjadi pada keluarganya saat itu. Sejak saat itu raffi menjadi individu yang jauh lebih baik, ia lebih memprioritaskan keluarganya dari pada bermain dengan teman temannya,,,,,,
Untuk masalah perusahaan, wa mudi memberikan kelonggaran pada raffi, ia tak harus bolak balik bandung jakarta untuk menggantikan sang ayah ia cukup beberapa kali dalam sebulan untuk pergi “menjenguk” perusahaannya itu.
Pada awal semester kelas 3, sekolah mengadakan beasiswa keluar negri untuk beberapa siswa yang berprestasi. dalam deteran nama calon penerima beasiswa terdapat nama yang tidaklah asing di sekolah tersebut, karena ia memang sangatlah populer di bidang study. nagita slavina mariana tengker iya dia adalah nagita atau sering di panggil gigi, dalam riwayat study nya memang gigi adalah sosok siswa yang sangat lah pandai. ia selalu menduduki pringkat 3 besar dalam satu angkatanya.
Berbeda dengan raffi, ia harus puas dengan nilai yang ia dapat walau ia harus berjuang mati matian, tetapi perlu pembaca ketahui ia tak pernah absen masuk kedalam peringkat 10 besar di kelasnya. (alkhamdulilah). Melihat nama nagita di deretan calon penerima beasiswa, raffi langsung kegirangan dan segera mencari orangtersebut.
“gi,,gi,,” seru raffi yang mendapati nagita sedang asyik mendengarkan musik lewat earphone dan memakan makanan ringan di tangannya
“iya apa,,” ujar gigi sante
“loe udah liat mading belum,,,” seru raffi semangat
“udah,,,” jawab gigi yang masih asik makan
“udah,,,, terus loe biasa aja gitu,,,” ujar raffi binggung
“iya terus kenapa gue harus loncat loncat gitu, apa gue harus teriak teriak kegirangan,,,,” seru nagita yang diiringi langkah kaki yang cepat meninggalkan raffi
“nah,,, kenapa,,,,!!” ujar raffi bingung
Sejak penggumuman itu di tempel,,,, ia sering terlihat menyendiri di temani alunan musik dari earphone yang ia gunakan, nagita terlihat sangat lah sedih seperti sedangmemikirkan sesuatu.


No comments:

Post a Comment