Wednesday, 5 November 2014

My Wife, My Little Friend (Part 12)

My Wife, My Little Friend (Part 12)

Cerita ini hanya khayalan semata… apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…
Part 12

Sejak penggumuman itu di tempel, , ia sering terlihat menyendiri di temani alunan musik dari headphone yang ia gunakan, nagita terlihat sangat lah sedih seperti sedangmemikirkan sesuatu.
Raffi yang penasaran mencoba mencari informasi kepada kia sahabatnya, tetapi apa yang di dapat NIHIL,  ya raffi tak mendapatkan informasi apa apa dari kia.
“nggak tau fi, gue aja binggung kenapa akhir akhir ini gigi jadi pendiem gini,,,,” jelas kia
3 hari berlalu tapi nagita masih saja terlihat menyembunyikan sesuatu dibalik senyumnya,,,,,,
“nah lohhhh ngapain,,,” seru raffi yang melihat nagita duduk sendirian di kursi taman
“iihh raffi,,,,, apa an sih,,,, ngagetin aja,,,,!!!!” ujar nagita
“mau eskrim nggak,,,,” ujar raffi yang menyodorkan 2 buah eskrim yang berada di tangannya.
“eti nggak kena ,,, nggak kena,,,” ledek raffi yang melihat nagita berusaha mngambil es krim di tangannya
Mendapati nagita yang mulai ngambek, raffi pun segera menyudahi permainannya “iya iya nih eskrimnya,,, ga usah manyun dong,,,,”
“heheh makasih,,,” seru nagita
“nah gitu dong kan cantik,,,” ujar raffi yang melihat senyum manis nagita
“hah kenapa,,,,,,” ujar nagita meminta raffi mengulang perkatannya
“hah,,, enggak,, itu eskrim nya di makan nanti keburu meleleh,,,” ujar raffi ngeles
“noh,,, hahahahahaha” terdengar tawa raffi yang melihat tingkahnya sendiri untuk menjahili nagita
Dengan sengaja ia menyodorkan eskrimnya ke hidung nagita, seketika hidung gigi pun dilapisi eskrim. menerima kejahilan raffi nagita pun tak tinggal diam ia segera membalas perlakuan raffi terdahap dirinya
“aaaaa raffi,,,, nih loh nih,,,” serang nagita dengan eskrim di tangannya
Dalam sekejap muka mereka blepotan eskrim
Dalam tawanya raffi melihat sosok nagita yang dulu,,, iya nagita nagita yang 3  hari lalu, sebelum sesuatu mengubahnya menjadi sosok asing di hadapannya.
Dalam keheningan sisa sisa tawa mereka raffi berusaha memecah rasa penasaran yang ia rasakan beberapa hari ini
“emm gi ,,, gue perhatiin akhir akhir ini loe ko jadi beda,,,” ujar raffi
“oh jadi ternyata diem diem ada yang perhatin gue nih,,,” ujar nagita yang sedang membersihkan sisa sisa eskrim di wajahnya
“yee loe mah,,, gue serius gi,,”
“loe sekarang jadi beda,,,, loe sering menyendiri,,, jadi berubahlah,,,” jelas raffi
“ce elah berubah power ranggers kali ah berubah,,,” serunagita
“yeee gw serius gi,,,” ujar raffi sedikit kesal
“hehe ternyata raffi bisa toh ngomong serius,,,” ledek nagita
“ah tau ah,,,” seru raffi yang terlihat belitu kesal
“eh iya iya kenapa,,,” ujar nagita
“iya akhir akhir ini loe jadi beda, sering menyendiri, ketawa loe nggak lepas gi,,, kenapa sih, apa yang loe sembunyiin dari kita,,,” selidik raffi
“nggak ko gue nggak kenapa kenapa,,,” jawab nagita singkat
“bohong,,,, tuh buktinya,,,!!!” seru raffi
“hah,,,,???” ujar gigi binggung
“iya tuh idung loe kembang kempis noh, kebiasaan loe kan kalo bohong pesti hidung lu mekar mekar gitu,,,,” jelas raffi seraya menggerakan hidungnya kembang kempis
“sialan loe fi,,,” gerutu gigi tanpa ada senyum sedikitpun
“tuhkan,,, kenapa sih,,,” ujar raffi serius
Suasana sejenak menjadi hening,,,,,,,
“,,, huftt,,,,” suara nagita menghela nafas
“gue takut fi,,,,” suara nagita yang membuat raffi semakin menajamkan pendengarannya
“gue takut nanti kalau gue masuk jadi salah satu penerima beasiswa, ya loe tau sendirikan itu artinya gue bakal sekolah di sana dan gue bakal jauh sama mamah, sama ade, gue belum siap fi,,,,” jelas nagita
“ya udah kamu pikir pikir dulu ajah,,,, mamah udah tau belum,,?” selidik raffi
“nah ko gitu kamu harus cerita dong ama mamah,,,,” seru raffi yang melihat nagita menggelengkan kepalanya
“gue takut fii,,, aku tau jawaban mamah pasti setuju,,,,” ujar nagita
“hey,,,, liat sini,,,” ujar raffi memegang kedua tangan nagita
“seorang ibu nggak mungkin menjerumuskan anaknya kedalam hal hal yang tidak baik gi,,, percaya sama aku,,,,”
“di depan sana ada masadepan cerah yang menanti kamu gi,,,, kamu bisa buat mamah, papah, ade kamu bangga bisa punya anak dan kaka kaya kamu,,,”
Mendengar penjelasan dari raffi nagita segera memalingkan wajahnya dan menutup mukanya dengan kedua tangan
“gi,,, kamu nggak sendirian ko,,, masih ada gue, kia, irwan, bily dan temen temen yang lain,,,, kamu nggak perlu nyimpen beban ini sendiri,,,,” jelas raffi
Namun nagita belum juga terlihat tegar,ia masih saja menunduk dengan kedua tangan menutupi di mukanya.
“tuhkan loe sih pake nyimpen nyimpen masalah sendiri,,,, noh liat,,,” sru raffi sambil menunjuk kening gigi
“apa an,,??” selidik gigi mengikuti arah jari raffi
“nih,,,, huuuufft,,,, dah sembuh heheheheh” suara raffi meniup jerawat yang baru saja tumbuh di kening nagita,,
Mendapat perlaukuan itu, nagita hanya terdiam ia merasa nyaman dan aman saat bersama raffi. “makasih yah,,,” ujar nagita
Raffi pun menmberikan senyumnya yang agak terlihat petakilan,,,,,
Semenjak kejadian itu, nagita terlihat lebih ceria, ia terlihat seperti semula sebelum kertas itu menempel di  mading. Hampir setiap hari nagita terlihat sibuk membaca dan membolak balikkan buku yang akhir akhir ini setia menemaninya di waktu istirahat sekolah. Hingga akhirnya hari yang di nanti nanti pun tiba, iya hari itu adalah hari dimana pengumuman beasiswa itu di umumkan,,,,,,
Raffi dan gigi meneliti dan membaca satu persatu nama yang tertera pada tabel
Dan senyum raffi pun merekah saat melihat apa yang ia cari
“NAGITA SLAVINAMARIANA TENGKER,,” Seru raffi
“ini elu gi,,,” seru raffi menunjuk tunjuk kertas yang cantum nama nagita
“ aaaa slamat yah slamet,,,”  ujar raffi yang tanpa ia sadari langsung memeluk kegirangan nagita yang berada tak jauh darinya
Nagita yang masih tidak menyangka akan mendapatkan beasiswa itupun hanya terbengong bengong, melihat teman temannya mengucapkan selamat dan memeluk dia  beramai ramai tanda suka cita.
“gi,,, slamet yah,,,” ujar nanda dan lansung merangkul nagita dari samping
Melihat itu raffi yang sedang kegirangan seketika langsung diam, dan hanya melihatkan senyum terpaksanya.

No comments:

Post a Comment