Wednesday, 5 November 2014

My Wife, My Little Friend (Part 14)

My Wife, My Little Friend (Part 14)

Cerita ini hanya khayalan semata… apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…
Part 14
Dalam perasaannya yang amat hancur karena merasa telah di hianati oleh temannya sendiri nagita menjalankan mobilnya dengan penuh emosi, ia membawa mobil dengan kecepatan tinggi lalu tepat di sebuah tempat, tepat di ujung tebing ia memberhentikan mobilnya dengan mendadak hingga meninggalkan jejak goresan ban mobil yang ia kendarai.
Ssrreeeeeettt,,,,,

Bbbrrreekk,,,,  suara nagita membanting pintu mobil
Di sana terlihat nagita duduk di antara karang yang curam, dia memandang lautan yang luas dan
Aaaaaarrrrgggggg,,,,,,,,
Suara teriakan nagita yang sedang meluapkan emosinya
Saat beberapa menit nagita hanya diam dan kucuran air matanya tak henti hentinya mengalir dari pelipir air matanya. Tiba tiba handphon nya berbunyi tapi nagita tak seditpun berniatan untuk menyentuhnya.
-------------------
“assallamuallaikum,,,,,”
“waallaikumsalam,,,,,” suara kia dan mama rita yang mendengar pintu telah di buka seseorang
“ya allah gigi dari mana aja kamu,,,, kenapa telphon dari gue nggak loe angkat,,, gue kuatir banget ama elu gi,,,” belum selesai ucapan kia, ia telah di kagetkan dengan ambruknya tubuh nagita di bahunya
“ehhh gi gi,,, aduh tolong tante,,,,” seru kia yang menahantubuh nagita yang hampir terjatuh ke lantai
Mereka pun segera membawa nagita ke rumahsakit terdekat
-----------
“ah kia,, gimana ke adaan nagita,,, “ seru raffi yang baru saja datang dengan irwan
“gue belum tau ,,nagita masih di dalem,,,, dokter juga belum ngasih tau apa apa ke kita,,,” jelas kia
Mendengar penjelasan kia, raffi pun semakin panik ia merasa sangat bersalah pada gigi.
“tante,,, maafin affi yah,,, raffi ngga bisa jagain nagita,,” ujar raffi yang melihat tante rita menitihkan air matanya karenakuatir
Setelah 15 menit nagita di tangani di UGD, dokterpun keluar dan menyatakan kondisi nagita.
“keluarga dari nagita,,,” seru salah satu perawat
“oh iya saya ibunya,,,” jawab mama rita yang diikuti semua rombongan berdiri mendekati sang dokter
“kondisi nagita sudah membaik, dia hanya kecapean aja, (karena memang nagita tak memakan apa apa semenjak pagi hingga malah hari saat ia baru pulang) ibu dan semuanya tidak usah kuatir semua sudah di tangani dengan baik, nagita sudah bisa di pindahkan di ruangan biasa” jelas dokter
“makasih dok trimakasih,,” seru mama rita
Nagita pun segera di pindahkan di ruangan biasa, terlihat kia, irwan dan juga raffi senantiasa menemani nagita bersama mama rita.
Saat mama rita sedang sibuk memberikan minum ke nagita, tiba tiba kia dan irwan menarik tangan raffi untuk keluar
“sini bentar,,,”
Mereka pun terlibat percakapan yang cukup serius, mereka menanyakan ke raffi apa yang sebenarnya terjadi kepada nagita. Karena setau irwan raffi mernah mengunggah foto dirinya dan nagita tadi pagi saat joging bersam. raffi pun menjelaskan degan ditail kepada kia dan irwan.
“ah leu sih pake nggak ngomong ke kita,,,” ujar kia yang sudah mendengar penelasan dari raffi
“udah udah nggak usah ribut,, mending kita pikirin gimana caranya gigi bisa maafin elu fi,,,” ujar irwan
“tapi bakalan susah wan , gue tau banget gigi kalo lagi marah tuh gimana,,, di udah kecewa banget ama gue,,” ujar raffi
“udah gini aja,, elu jangan ngomong apa apa dulu kegigi, biar gue ngomong dulu ke dia,,, nanti kalo kondisinya udah enakkan buat di ajak baikan, nanti deh gue kabarin,,,” jelas kia
“duh sape kapan dong gue diem dieman gini,,,,” seru raffi protes
“ya elah fiii,,,, mau kita bantuin nggak,,,,” ujar irwan
“iya iya,,,,” jawab raffi manyun
Selama beberapa hari nagita di rawat di rumah sakit, raffi hanya menengok nagita lewat kaca jendela yangterdapat di kamar gigi, karena ia tak mau kondisi emosi nagita kembali buruk akibat kedatangan nya.
Setelah beberapa hari di rawat intensif di rumahsakit nagita pun akhirnya di perbolehkan untuk pulang
Sesampainya di rumah kia pun membantu membawakan beberapa barang nagita, ke dalam kamarnya
“eh gi,, gue mau ngomong sesuatu boleh,,,” ujar kia
“hem,,, kalo mau ngomong tuh ngomong aja kali ky,,,, elu mah nggak kaya biasanya aja sih” jelas nagita
“gini gi,,,,,” kia pun menjelaskan apa yang ia ketahui perihal kejadian tempo lalu yang membuat kondisinya menjadi drop, Mereka pun terlihat serius membicarakan hal tersebut.
“ya uah deh gi,, gue balik dulu yah udah sore nih,,,” ujar kia mengakhiri percakapan mereka
“em,,,” jawab nagita tanda setuju
“kamu istirahat yah, biar cepet baikkan,,”
“iya,,,kamu ati ati yah” jawab nagita
Sebelum kia menutup pintu kamar gigi, nagita memanggilnya
“kia,,,,” “makasih yah,,”
Setelah kia tak nampak lagi di balik pintunya, nagita pun mencoba untuk memejamkan mata tapi bukan rasa kantuk yang ia dapatkan. malah ia merasakan gelisah yang amat sangat karena ia merasa bersalah telah memperlakukan raffi dengan begitu teganya.
Keesokan harinya,,,,,
Tok tok,,,,,
“assalamuallaikum,,,,,”
Mendengar suara pintu di ketuk nagita pun meminta tolong mimi untuk membukakan pintu untuknya.
“hayy,,, apa kabar,,,” sapa kia, cipika cipiki
“hayy,,, udah baikan ko,,, besok gue dah masuk skolah lagi ko,,,” ujar gigi
“gi ada yang mau ketemu ama loe,,,”
“siapa,,,??”
Belum sempat gigi mendapatkan jawaban, raffi hadir di balik pintu. Raffi berjalan dengan menundukan kepalanya. Setelah gigi mempersilahkan mereka untuk duduk dan mimi menyediakan minum dan beberapa makanan, gigi pun membuka percakapan dengan berbasa basi masalah sekolah.
“eh ky, gimana sekolah,, baik kan,,,,”
“ya elah gi, berasa idup kali tuh sekolah di tanyain keadaannya,,,”
“ya kali ajakan di tinggal gue selama seminggu ada perubahan apa gitu,,,”
“nggaaa,, ngga ada, ya tambah tenang aja ga ada loe,,,”
“sialan loe,,,” jawab gigi
Melihat raffi yang hanya diam, kia pun menyenggol kaki raffi sebagai kode.
“eh,,, emmm gi gw mau minta maaf,, masalah,,,,”
“,,, ah udah fi lupain aja gue udah maafin loe ko, lagian loe nggak salah ko, gue nya aja yang berlebihan kemaren,,,, “
“tapi gi,,, gue bener bener minta maaf,,,” ujar raffi
“udah ah lupain aja, gue nggak mau inget inget itu lagi,,,,” jelas gigi
“beneran,,,,” seru raffi tak percaya
“hu’um,,,,,”
“jadi beneran nih loe dah maafin gue,,,,”
“jadi loe nggak mau nih,,,,?? Ya udah gue tarik lagi,,,”
“ehh jangan jangan,,,, kapok deh gue diem diem an ama elu,,, mending gue ga makan deh dari pada harus kya gini,,,” jlas raffi
Mendengar hal itu, senyum lebar andalanya pun menghiasi wajah raffi
“yeee lebaynya kumat nih,,,” ledek kia
Merekapun tertawa melihat tingkah raffi yang sedari tadi terlihat pucat karena takut jika ucapannya akan membuat nagita marah lagi. tapi sekarang rasa kuatir yang sedari tadi menghinggapi raffi telah pergi entah kemana dan tak berharap rasa itu kembali lagi,,,,


No comments:

Post a Comment