Monday, 23 March 2015

My Wife, My Little Friend (Part 33)




Hallo saya kembali lagi...
Maaf yah lama, blm ada ide lagi soalnya. Ayok dong yang punya ide bisa langsung inbox or mention gue ke,,,,,,  (jangan lupa follow dulu keles)
FB  : Zulva Nadirotu
TW : @Zulfaupith
#Promo
Maaf yah Semakin kesini semakin gaje nih ceritanya, mungkin karena udah sering liat kehidupan mereka (di depan layar) jadinya binggung mau bikin cerita kaya apa lagi.
Oke deh mari kita liat tulisan ku kali ini, semoga bisa dapet feel nya. masih edisi ”honey moon” awas nanti mupeng, bagi yang belum 18+ resiko di tanggung sendiri yah.
Eitss komen jangan lupa,,, yang panjaaaaang
My Wife, My Little Friend (Part 33)
Cerita ini hanya khayalan semata… apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…
Happy Reading,,,,,,,,,,,,
Part 33

*****
Nagita yang terlihat sibuk mamandangi pantulan dirinya di cerimin hingga tak manyadari suaminya kini sudah berdiri di belakang setengah menunduk dan mengecup ujung kepalanya. ”ko udah wangi aja sih” suara raffi terdengar menggema di telinga kiri nagita. Ngita sedikit memekik kan badannya ketika merasakan deru nafas raffi yang menyapu leher jenjang nagita

NAGITA POV
-hhmmmMm ah kenapa sih jantung gue, kan baru di peluk doang ko udah deg deg an gini sih- perlahan aku menggumpulkan kesadaran ku yang entah sejak kapan mulai berkurang, mungkin sejak raffi berdiri di belakangnya. Ah tidak tidak bahkan mungkin sejak aku duduk di sini, atau bahkan sejak aku baru bangun tidur. Arrrgggghhh sial aku bisa gila kalo aku kayak gini terus.
”rafii,,,, geli,,” belum sempat sepenuhnya kesadaran ku kembali kini benda kenyal, basah telah menyapu leherku menglitik telingaku terasa begitu seterusnya. Hingga membuat banyak sekali kupu kupu yang kini mulai berterbangan di perutku membuat gliyer aneh di sana.
”udah nggak usah di gigitin nanti berdarah loh,,,” raffi menghentikan aktifitasnya dan segera menyentuh dagu ku untuk melepaskan bibir bawah yang entah sejak kapan aku menggigitnya. Seketika mukaku berubah semerah tomat, segera aku mengalihkan pandanganku dari manik hitam di mata raffi. -aduh pliss raffi berhenti liatin gue kaya gitu-  ”ee aku ma__ u hmmpppt” usaha ku untuk mengalihkan perhatian suamiku kini sia sia, sekarang raffi melumat bibir ku dengan panasnya. Sekarang aku hanya bisa diam dan memejamkan mata menikmati setiap sapuan yang di berikan raffi pada bibirku. Merlahan lidahnya menyeruak, memaksa membuka katupan bibirku. Membuat semakin banyak kupu kupu yang berterbangan di perutku.

RAFFI POV
-ah sial- perasaan kesal ku saat menerima telephon kini hilang entah kemana setelah dilihatnya pemandangan yang sangat indah dan yang pasti sangat menggoda, memanggilku untuk segera menghampiri dan bermain disana.
”ko udah wangi aja sih” ternyata nagita tak menyadari kedatangan ku, itu semua ku rasakan saat merasakan tibuhnya memekik kaget. Perlahan ku hirup dalam dalam aroma tubuhnya yang kini bercampur dengan aroma wangi sabun. Semakin dalam menghirup aroma tubuhnya hingga kini aku tak bisa menahan untuk tidak melumat leher jenjangnya. Lidahku dapat dengan bebas mengekspor setiap sudut di sana karena memang nagita menaikan rambutnya ke atas hingga sekarang lehernya terlihat tanpa ada penghalang sedikitpun. Rupanya nagita sangat menikmati permainan ku, kini ia semakin memberikan ruang dengan cara menengdahkan kepalanya. Sekuat tenaga aku coba menagan nafsuku, jika tidak semua rencana yang tersusun rapi di kepalaku akan hancur.
”udah nggak usah di gigitin nanti berdarah loh,,,” Dengan nafas yang ter engah engah aku coba memandang wajah istri ku yang kini berubah semerah tomat. –ah cantik sekali, kalo bukan rencana ini mungkin aku bisa menyatukan kita sekarang. Tapi,,, ah sial- tapi rupanya bayangan rencanaku tak dapat lagi menghentikan semua gejolak yang timbul segera aku melumat bibir istriku tanpa menghiraukan apa yang akan ia katakan ”ee aku ma__ u hmmpppt”. Sebegitu besarkah rasa gengsi yang di miliki nagita hingga kini bibirku melumat bibirnya dengan tempo yang lembut dan berubah kasar agar ia membuka sedikit bibirnya. Tapi belum juga berhasil membuat pemiliknya menurunkan rasa gengsi itu. Secepat kilat aku berfikir dan menggerakkan tangan ku yang sedari dadi memegang tengkuknya kini beralih ke kaki nagita yang kebetulan mengganakan hot pand. Terdengar desahan kecil dari mulut nagita, ini tak sedikitpun ku lewatkan. Segera ku masukan lidahku, menyuak dan mengnyusuri semua rongga mulutnya mengglitik lidahnya agar bisa ikut bermain dan membalas ciumannya.tapi jangan panggis aku raffi jika aku tak bisa membuat nagita istriku ikut bermain. Segera ku pindahkan ciuman ku ke leher jenjangnya menggigit halus bagian tersebut, hingga sedikit meninggalkan bekas di sana. Rupanya tindakan ku tepat, kini tangan nagita yang sedari tadi hanya pasif di sebelah tubuhnya, kini beralih sibuk memegang dan membelai rambut ku. Secara bergantian ku lumat bibir dan leher istriku yang kini sudah mendapat respon yang baik darinya, perlahan q coba menyusiri bagian yang dapat ku gapai dengan tangan.
Tok tok tok,,,,
”ra,, ff, hemt,, itu, mmmhhh,, buka dulu,,mmmhh” suara nagita di sela ela ciumn kami tidak sama sekali membuat ku menghentikan ini. Hingga ku berdecak kesal saat nagita dengan cepat menghentikan dan menjauhkan tubuhnya dari ku. ”iya iya bentar,,,” entah harus marah atau bertimakasih karena kalu tidak ada suara ketikan itu mungkin kini aku sudah tidak bisa lagi menghentikan semua ini.
”apa sih putu,,, ganggu aja pagi pagi” gerutu ku saat menemui putu di depan pintu, ”ini mas raffi, tadi ada paket katanya harus lansung dikasih kan ke mas raffi” ujar putu dengan masih menggunakan logat bali.
”dari siapa,,,” putu menunjuk ke arah kertas kecil di atas kotak. ”oh ya udah makasih,,,”

Autor Pov
Setelah raffi menerima kotak tersebut kini ia berjalan mendekati nagita yang terlihat sedang duduk di tepian dipan.
”siapa,,,” ujar nagita
”itu si putu, nganterin ini,,,” raffi memberikan kotak yang baru saja di berikan putu.
”ya udah aku mandi dulu yah, udah gerah nih” ujar raffi sembari melangkah kan kakinya me menuju kamar mandi yang terdapat di dalam kamar tersebut. Alasan gerah yang ia gunakan hanya agar nagita tak mencurigai raffi, tapi mungkin juga benar adanya karena memang raffi merasakan gerah akibat hormonnya yang sudah naik ningga ujung kepala. Tapi mengingat nagita yang baru saja mendingan dan rencana raffi itulah, raffi mencoba meredam gejolaknya tersebut.
Dengan raut penasarannya nagita perlahan membuka apa yang ada di dalam kotak coklat tersebut. Nagita menautkan alisnya saat mendapati secari kertas di dalamnya
Hallo a raffi,,,, hallo mbak gigi,,,,
Pasti seru deh honay moon nya,,, wah jadi pengen nyusulin kalian kesana deh.
Eh tapi nggak mungkin juga kali yah, bisa bisa kita lama deh jadi aunty.
Eh, btw gimana malam pertama kalian,,,,
Sukses kah atau,,,,,,,???
Hehehehehehehehhehe
Kebetulan tadi gue ama si cacha abis jalan jalan ke toko buku, nah kita nemu ini.
Langsung deh kepikiran kalian yang lagi honay moon, semoga bisa bermanfaat yah buat aa ama mbak gigi.
Biar gue sama cacha biasa cepet cepet di panggil aunty, hehehe
Good luck ,,,,!!

Nanas & cacha

Mata nagita semakin terbelalak aat melihat apa isi kotak tersebut.
”yank,,,” ujar raffi sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.
”hem,,,” balas nagita dengan wajah panik, ”kenapa kamu, ko mukanya gitu,,,” raffi menautkan alisnya.
”nggak,, nggak ada apa apa ko,, hehe”
”itu apa di tangan kamu, sini coba aku liat” raffi mencoba meraih apa yang di sembunyikan gigi di balik punggungnya.
”nggak ko, beneran nggak ada apa apa,,,” ujar nagita sembari berkilah dari tangan raffi
Tiba tiba raffi menghentikan gerakannya, beralih menajamkan penglihatan pada cermin yang terletak di belakang tubuh nagita. ”hehe,,,” raffi tertawa melihat bayangan yang terdapat pada cermin tersebut, tapi ecepat kilat ia menutup mulutnya dan meredakan tawanya sebelum nagita mengganggapnya gila.
Raffi melangkahnan kakiya mendekati nagita, tapi naita berusaha menjauhkan dirinya dari raffi hingga tubuhnya kini membentur meja rias di belakangnya. Raffi menyerinai licik pada nagita, hingga membuat siapapun yang melihat itu pasti akan merinding di buatnya. ”eh eh mau ngapai,,,,” ujar nagita saat raffi memanjukan badannya mendekati nagita
Cup
Raffi mengecup bibir nagita sekilas, hingga membuat sangpemilik hanya bisa memejamkan matanya menunut kelanjutan dari tindakkannya. Tapi tidak bagi raffi, rupannya kelengahan nagita dapat di manfaatkan raffi untuk mengambil benda yang sedai tadi di sembunyikan di balik badannya.
”iiiihhh raffi,,,,” seru nagita saat raffi berhasil merebut benda yang sedari tadi di sembunyikannya.
”KAMASUTRA” raffi membacakan juduk yang tertera pada kover buku tersebut
” ini dari siapa? Kamu beli yah? Ayok ngaku? Hehehhe”
”iiihh buat apa aku beli beli buku nggak penting kaya gitu,,,”
”itu tuh dari si cacha sama nanas, raffi” lanjut nagita
”hah nanas?? Kapan??”
Nagita menunjuk ke sebuah kotak yang sebelumnya raffi terima dari putu. Lalu raffi memandang kembali buku tersebut lalu menyeringai lagi sembari memandang buku dan wanita di depannya kini secara bergantian.
”apa liat liat” seru gigi ngeri
”bener buku ini nggak penting?”
”iya lah buat apa buku kaya gitu,,,”
”ini bagus tau yang, coba deh liat, gambarnya bagus bagus tuh tuh tuh,,” ujar raffi sembari memperlihatkan beberapa gambar yang terdapa pada buku tersebut.
”aaaarrrrggg nggak mau nggak mau,,,” seru nagita sembari melangkah kan kakinya terbirit birit keluar kamar.
Raffi yang memeperhatikan kelakuan istrinya dari lam kamar hanya bisa tertawa terbahak bahak hingga membuat perutnya sakit. ”haduh gimana mau jebol kalo baru liat gambar aja udah takut gitu,,,,” ujar raffi sembari menyeka ujung matanya yang menggenang air akibat ketawanya yang sangat berlebihan.

*********
”yank,,, spa enak kali yah yank, udah pada pegel nih badan,,,” ujar raffi saat berada di depan meja makan menunggu nagita mengoleskan selai coklat di atas roti tawar.
”kamu mau spa?”
Raffi menganggukan kepalanya ”ya udah kita sarapan dulu nanti baru pergi spa”
”yes asiiiikkk,,,” seru raffi dengan mulut yang penuh dengan roti.
Mengingat kemarin mereka sudah sangat lelah menghabiskan waktu Seharian untuk menjajal adrenalin, kini raffi dan gigi memutuskan untuk memanjakan tubuh mereka dengan spa tradisional bali yang dapat merileks kan otot otot yang kaku.
Hingga malam hari raffi mengajak untuk makan malam di sebuah restoran bintang lima yang bisa dikatakan paling mewah dan romantis di bali. Raffi sudah memesan meja yang dapat melihat dengan jelas pemandangan laut, sembari menunggu pesanan nya datang raffi mencoba membicarakan hal kecil dengan nagita tanpa menyinggung buku yang baru saja ia dapatkan. Jika ia sampai menyinggungnya mungkin saja seketika dapat membuat nagita malu dan merusak mood untuk makan malamnya kini yang sudah di siapkan dan di rencanaannya satu hari yang lalu.
Terliht nagita sangat nyaman dan senang diperlakukan seperti itu oleh suaminya, itu terlihat saat nagita terus saja tersenyum senang pada raffi.

*******
”sudah sampai tuan putri,,,” ujar raffi saat memukakna pintu mobil untuk nagita
”terimakasih suamiku,,” balas nagita yang di sambut rangkuan di tangan kiri raffi. Raffi hanya tersenyum hingga matanya terihat semakin sipit, bahkan hampir menghilang (ini lebay).
Sesampainya didepan pintu kamar raffi melemaskan glayutan tangan nagita, membiarkan istrinya memutar knop pintu kamarnya. Terlihat tidak ada yang aneh memang, sebelum akhirnya nagita meraba dinding yang menekan saklar on untuk menyalakan lampu kamarnya.
Dengan mata berbinar binar nagita membalikan tubuhnya melihat raffi, ”suka?” ujar raffi (jangan baca cem LNS yah) . Nagita hanya bisa menganggukan kepalanya sembari menutup mulutnya dengan kedua tangan tak percaya. Kamarnya kini berubah, lampu yang remang, bed cover merah, kelopak bunga mawar merh yang bertaburan dimana mana. -Ah raffi pintar sekali kamu mengambil hatiku- nagita segera berhamburan memeluk raffi sebentar, lalu beralih masuk dan menyusuri sudut demi sudut yang kini penuh dengan mawa merah.
Perlahan raffi merangkul perut nagita dari belakang, memeluk nagita posesif
”malam ini milik kita sayang, kamu milik ku” bisik raffi tepat di telinga nagita.
Perlahan raffi membalikkan tubuh nagita tanpa melepas pelukannya, dan memanang manik hitam di matanya. Tangannya kini sudah merangkul luher raffi. Bergerak perlahan bak gerakan dansa, berlahan nagita membenamkan kepalanya pada dada bidang raffi. Menghirup aroma tubuh yang bercampur parfum musk suaminya. Lama mereka dalam posisi seperti itu, merasakan detak jantung mereka satu sama lain. Hingga tangan raffi memegang dagu istrinya dan mengecup lembut bibirnya.
Kali ini raffi mendapat sambutan baik dari gigi, mereka berciuman panas. Saling melumat dan bertuka saliva, saling membelit satu sama lain. Hingga tak terasa kini posisi nagita sudah berbaring berada di bahawdekapan raffi. Ciumannya kini menjalar ke leher, tangan raffi berusaha membuka pengait baju yang di gunakan nagita. Rupanya raffi tak mengalami kesulitan yang berarti, gliatan tubuh nagita bahkan membatu membermudah kerja tangan raffi.
”raff,, ben, taarr,,” ujar nagita dengan suara bergetar
Raffi mengertukan dahinya saat nagita mendorong tubuh raffi lalu berjalan ke arah kamar mandi dengan baju yang hampir tandas.
Dengan hati yang berdebar debar raffi menunggu nagita kembali di atas ranjang. ”sayaaannggg,,,,,” ujar raffi sembari merentangkan tangannya lebar lebar menyambut nagita. Begitupula nagita ia menghampiri raffi dan segera memeluk tubuh suaminya. Mengelus rambut raffi serta mencium bibir raffi tanpa ada lagi rasa canggung. Lagi lagi raffi mengerutkan dahinya saat nagita tiba tiba melepaskan ciumannya ”maaf yah,,,” ujar nagita. Raffi semakin binggung dengan apa yang di katakan istrinya, ”aku dateng bulan,,,” ujar nagita dengan volume yang kecil tapi masih dapat di dengar jelas oleh raffi.
Mendengar perkataan nagita, raffi hanta dapat memejamkan mtanya dan menengadahkan kepalanya. Mengusap wajahnya dengan kasar, lalu menggumbukna nafasnya dengan keras.
”maaf,,,” ujar nagita menyesal. raffi menatap wajah nagita, lalu tersenyum kembali. ”nggak papa sayang,, kan yang berdarah di bawah, yang atas kan nggak,,, hehe” raffi tersenyum lalu memeluk tubuh nagita kembali dan menggulingkannya kesamping,,,,,

********

Part 33 nya sampe sini aja yah,,,,,
Gimana menurut kalian,,, terlalu vulgarkah?? Atau malah kurang??
Atau bahkan kalian nggak dapet feel sama sekalipas baca crita ini??
Oh may god, sepertinya gue harus lebih banyak semedi deh biar bisa nulis lebih bagus lagi, huft,,,,
Banyak typo yah??
Sory sory,,, belum sempet aku edit, nulis pagi, post siang,, kilat kan,,??
 jadi mohon ampun,,,,,
seperti biasa guys, gue minta like dan comentnya di,,,, (jangan lupa follow dulu keles)
FB  : Zulva Nadirotu
TW : @Zulfaupith
#tetep #usaha #Promo J J J
See you next partt,,,, bye bye,,,



No comments:

Post a Comment