Hallo saya
kembali lagi...
Maaf yah
lama, blm ada ide lagi soalnya. Ayok dong yang punya ide bisa langsung inbox or
mention gue ke,,,,,, (jangan lupa follow
dulu keles)
FB : Zulva Nadirotu
TW :
@Zulfaupith
#Promo
Maaf yah Semakin
kesini semakin gaje nih ceritanya, mungkin karena udah sering liat kehidupan
mereka (di depan layar) jadinya binggung mau bikin cerita kaya apa lagi.
Oke deh
mari kita liat tulisan ku kali ini, semoga bisa dapet feel nya. masih edisi ”honey
moon” awas nanti mupeng, bagi yang belum 18+ resiko di tanggung sendiri yah.
Eitss komen
jangan lupa,,, yang panjaaaaang
My Wife, My Little Friend (Part 33)
Cerita ini hanya khayalan semata…
apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi
mohon maaf yah…
Happy Reading,,,,,,,,,,,,
Part 33
*****
Nagita
yang terlihat sibuk mamandangi pantulan dirinya di cerimin hingga tak manyadari
suaminya kini sudah berdiri di belakang setengah menunduk dan mengecup ujung
kepalanya. ”ko udah wangi aja sih” suara raffi terdengar menggema di telinga
kiri nagita. Ngita sedikit memekik kan badannya ketika merasakan deru nafas
raffi yang menyapu leher jenjang nagita
NAGITA POV
-hhmmmMm ah kenapa sih jantung gue, kan baru di peluk doang ko
udah deg deg an gini sih- perlahan aku menggumpulkan
kesadaran ku yang entah sejak kapan mulai berkurang, mungkin sejak raffi
berdiri di belakangnya. Ah tidak tidak bahkan mungkin sejak aku duduk di sini,
atau bahkan sejak aku baru bangun tidur. Arrrgggghhh sial aku bisa gila kalo
aku kayak gini terus.
”rafii,,,,
geli,,” belum sempat sepenuhnya kesadaran ku kembali kini benda kenyal, basah
telah menyapu leherku menglitik telingaku terasa begitu seterusnya. Hingga membuat
banyak sekali kupu kupu yang kini mulai berterbangan di perutku membuat gliyer
aneh di sana.
”udah
nggak usah di gigitin nanti berdarah loh,,,” raffi menghentikan aktifitasnya
dan segera menyentuh dagu ku untuk melepaskan bibir bawah yang entah sejak
kapan aku menggigitnya. Seketika mukaku berubah semerah tomat, segera aku mengalihkan pandanganku dari manik hitam di mata raffi. -aduh
pliss raffi berhenti liatin gue kaya gitu- ”ee aku ma__ u hmmpppt” usaha ku untuk
mengalihkan perhatian suamiku kini sia sia, sekarang raffi melumat bibir ku
dengan panasnya. Sekarang aku hanya
bisa diam dan memejamkan mata menikmati setiap sapuan yang di berikan raffi
pada bibirku. Merlahan lidahnya menyeruak, memaksa membuka katupan bibirku. Membuat
semakin banyak kupu kupu yang berterbangan di perutku.
RAFFI POV
-ah sial- perasaan kesal ku saat menerima
telephon kini hilang entah kemana setelah dilihatnya pemandangan yang sangat
indah dan yang pasti sangat menggoda, memanggilku untuk segera menghampiri dan bermain disana.
”ko udah
wangi aja sih” ternyata nagita tak menyadari kedatangan ku, itu semua ku
rasakan saat merasakan tibuhnya memekik kaget. Perlahan ku hirup dalam dalam aroma
tubuhnya yang kini bercampur dengan aroma wangi sabun. Semakin dalam menghirup
aroma tubuhnya hingga kini aku tak bisa menahan untuk tidak melumat leher
jenjangnya. Lidahku dapat dengan bebas mengekspor setiap sudut di sana karena
memang nagita menaikan rambutnya ke atas hingga sekarang lehernya terlihat tanpa
ada penghalang sedikitpun. Rupanya nagita sangat menikmati permainan ku, kini
ia semakin memberikan ruang dengan cara menengdahkan kepalanya. Sekuat tenaga
aku coba menagan nafsuku, jika tidak semua rencana yang tersusun rapi di
kepalaku akan hancur.
”udah
nggak usah di gigitin nanti berdarah loh,,,” Dengan nafas yang ter engah engah
aku coba memandang wajah istri ku yang kini berubah semerah tomat. –ah cantik sekali, kalo bukan rencana ini
mungkin aku bisa menyatukan kita sekarang. Tapi,,, ah sial- tapi rupanya
bayangan rencanaku tak dapat lagi menghentikan semua gejolak yang timbul segera
aku melumat bibir istriku tanpa menghiraukan apa yang akan ia katakan ”ee aku
ma__ u hmmpppt”. Sebegitu besarkah rasa gengsi yang di miliki nagita hingga
kini bibirku melumat bibirnya dengan tempo yang lembut dan berubah kasar agar
ia membuka sedikit bibirnya. Tapi belum juga berhasil membuat pemiliknya menurunkan
rasa gengsi itu. Secepat kilat aku berfikir dan menggerakkan tangan ku yang
sedari dadi memegang tengkuknya kini beralih ke kaki nagita yang kebetulan
mengganakan hot pand. Terdengar desahan kecil dari mulut nagita, ini tak
sedikitpun ku lewatkan. Segera ku masukan lidahku, menyuak dan mengnyusuri
semua rongga mulutnya mengglitik lidahnya agar bisa ikut bermain dan membalas
ciumannya.tapi jangan panggis aku raffi jika aku tak bisa membuat nagita
istriku ikut bermain. Segera ku pindahkan ciuman ku ke leher
jenjangnya menggigit halus bagian tersebut, hingga sedikit meninggalkan bekas
di sana. Rupanya tindakan ku tepat, kini tangan nagita yang sedari tadi hanya
pasif di sebelah tubuhnya, kini beralih sibuk memegang dan membelai rambut ku. Secara
bergantian ku lumat bibir dan leher istriku yang kini sudah mendapat respon
yang baik darinya, perlahan q coba menyusiri bagian yang dapat ku gapai dengan
tangan.
Tok tok
tok,,,,
”ra,, ff,
hemt,, itu, mmmhhh,, buka dulu,,mmmhh” suara nagita di sela ela ciumn kami
tidak sama sekali membuat ku menghentikan ini.
Hingga ku berdecak kesal saat nagita dengan cepat menghentikan dan
menjauhkan tubuhnya dari ku. ”iya iya bentar,,,” entah harus marah atau
bertimakasih karena kalu tidak ada suara ketikan itu mungkin kini aku sudah
tidak bisa lagi menghentikan semua ini.
”apa sih
putu,,, ganggu aja pagi pagi” gerutu ku saat menemui putu di depan pintu, ”ini
mas raffi, tadi ada paket katanya harus lansung dikasih kan ke mas raffi” ujar
putu dengan masih menggunakan logat bali.
”dari
siapa,,,” putu menunjuk ke arah kertas kecil di atas kotak. ”oh ya udah
makasih,,,”
Autor Pov
Setelah raffi
menerima kotak tersebut kini ia berjalan mendekati nagita yang terlihat sedang
duduk di tepian dipan.
”siapa,,,”
ujar nagita
”itu si
putu, nganterin ini,,,” raffi memberikan kotak yang baru saja di berikan putu.
”ya udah
aku mandi dulu yah, udah gerah nih” ujar raffi sembari melangkah kan kakinya me
menuju kamar mandi yang terdapat di dalam kamar tersebut. Alasan gerah yang ia gunakan hanya agar nagita
tak mencurigai raffi, tapi mungkin juga benar adanya karena memang raffi merasakan
gerah akibat hormonnya yang sudah naik ningga ujung kepala. Tapi mengingat
nagita yang baru saja mendingan dan rencana raffi itulah, raffi mencoba meredam
gejolaknya tersebut.
Dengan raut
penasarannya nagita perlahan membuka apa yang ada di dalam kotak coklat
tersebut. Nagita menautkan alisnya saat mendapati secari kertas di dalamnya
Hallo a raffi,,,, hallo mbak gigi,,,,
Pasti seru deh honay moon nya,,, wah jadi pengen nyusulin
kalian kesana deh.
Eh tapi nggak mungkin juga kali yah, bisa bisa kita lama
deh jadi aunty.
Eh, btw gimana malam pertama kalian,,,,
Sukses kah atau,,,,,,,???
Hehehehehehehehhehe
Kebetulan tadi gue ama si cacha abis jalan jalan ke toko buku,
nah kita nemu ini.
Langsung deh kepikiran kalian yang lagi honay moon, semoga
bisa bermanfaat yah buat aa ama mbak gigi.
Biar gue sama cacha biasa cepet cepet di panggil
aunty, hehehe
Good luck ,,,,!!
Nanas & cacha
Mata nagita semakin terbelalak aat melihat apa isi
kotak tersebut.
”yank,,,” ujar raffi sembari mengeringkan
rambutnya dengan handuk.
”hem,,,” balas nagita dengan wajah panik, ”kenapa
kamu, ko mukanya gitu,,,” raffi menautkan alisnya.
”nggak,, nggak ada apa apa ko,, hehe”
”itu apa di tangan kamu, sini coba aku liat” raffi
mencoba meraih apa yang di sembunyikan gigi di balik punggungnya.
”nggak ko, beneran nggak ada apa apa,,,” ujar
nagita sembari berkilah dari tangan raffi
Tiba tiba raffi menghentikan gerakannya, beralih
menajamkan penglihatan pada cermin yang terletak di belakang tubuh nagita. ”hehe,,,”
raffi tertawa melihat bayangan yang terdapat pada cermin tersebut, tapi ecepat
kilat ia menutup mulutnya dan meredakan tawanya sebelum nagita mengganggapnya
gila.
Raffi melangkahnan kakiya mendekati nagita, tapi
naita berusaha menjauhkan dirinya dari raffi hingga tubuhnya kini membentur
meja rias di belakangnya. Raffi menyerinai licik pada nagita, hingga membuat siapapun
yang melihat itu pasti akan merinding di buatnya. ”eh eh mau ngapai,,,,” ujar
nagita saat raffi memanjukan badannya mendekati nagita
Cup
Raffi mengecup bibir nagita sekilas, hingga
membuat sangpemilik hanya bisa memejamkan matanya menunut kelanjutan dari
tindakkannya. Tapi tidak bagi raffi, rupannya kelengahan nagita dapat di
manfaatkan raffi untuk mengambil benda yang sedai tadi di sembunyikan di balik
badannya.
”iiiihhh raffi,,,,” seru nagita saat raffi
berhasil merebut benda yang sedari tadi di sembunyikannya.
”KAMASUTRA” raffi membacakan juduk yang tertera
pada kover buku tersebut
” ini dari siapa? Kamu beli yah? Ayok ngaku? Hehehhe”
”iiihh buat apa aku beli beli buku nggak penting
kaya gitu,,,”
”itu tuh dari si cacha sama nanas, raffi” lanjut
nagita
”hah nanas?? Kapan??”
Nagita menunjuk ke sebuah kotak yang sebelumnya
raffi terima dari putu. Lalu raffi memandang kembali buku tersebut lalu
menyeringai lagi sembari memandang buku dan wanita di depannya kini secara
bergantian.
”apa liat liat” seru gigi ngeri
”bener buku ini nggak penting?”
”iya lah buat apa buku kaya gitu,,,”
”ini bagus tau yang, coba deh liat, gambarnya
bagus bagus tuh tuh tuh,,” ujar raffi sembari memperlihatkan beberapa gambar
yang terdapa pada buku tersebut.
”aaaarrrrggg nggak mau nggak mau,,,” seru nagita
sembari melangkah kan kakinya terbirit birit keluar kamar.
Raffi yang memeperhatikan kelakuan istrinya dari
lam kamar hanya bisa tertawa terbahak bahak hingga membuat perutnya sakit. ”haduh
gimana mau jebol kalo baru liat gambar aja udah takut gitu,,,,” ujar raffi
sembari menyeka ujung matanya yang menggenang air akibat ketawanya yang sangat
berlebihan.
*********
”yank,,, spa enak kali yah yank, udah pada pegel
nih badan,,,” ujar raffi saat berada di depan meja makan menunggu nagita
mengoleskan selai coklat di atas roti tawar.
”kamu mau spa?”
Raffi menganggukan kepalanya ”ya udah kita sarapan
dulu nanti baru pergi spa”
”yes asiiiikkk,,,” seru raffi dengan mulut yang
penuh dengan roti.
Mengingat kemarin mereka sudah sangat lelah
menghabiskan waktu Seharian untuk menjajal adrenalin, kini raffi dan gigi memutuskan
untuk memanjakan tubuh mereka dengan spa tradisional bali yang dapat merileks
kan otot otot yang kaku.
Hingga malam hari raffi mengajak untuk makan malam
di sebuah restoran bintang lima yang bisa dikatakan paling mewah dan romantis
di bali. Raffi sudah memesan meja yang dapat melihat dengan jelas pemandangan
laut, sembari menunggu pesanan nya datang raffi mencoba membicarakan hal kecil dengan
nagita tanpa menyinggung buku yang
baru saja ia dapatkan. Jika ia sampai menyinggungnya mungkin saja seketika dapat
membuat nagita malu dan merusak mood untuk makan malamnya kini yang sudah di
siapkan dan di rencanaannya satu hari yang lalu.
Terliht nagita sangat nyaman dan senang
diperlakukan seperti itu oleh suaminya, itu terlihat saat nagita terus saja
tersenyum senang pada raffi.
*******
”sudah sampai tuan putri,,,” ujar raffi saat
memukakna pintu mobil untuk nagita
”terimakasih suamiku,,” balas nagita yang di
sambut rangkuan di tangan kiri raffi. Raffi hanya tersenyum hingga matanya
terihat semakin sipit, bahkan hampir menghilang (ini lebay).
Sesampainya didepan pintu kamar raffi melemaskan
glayutan tangan nagita, membiarkan istrinya memutar knop pintu kamarnya. Terlihat
tidak ada yang aneh memang, sebelum akhirnya nagita meraba dinding yang menekan
saklar on untuk menyalakan lampu kamarnya.
Dengan mata berbinar binar nagita membalikan tubuhnya
melihat raffi, ”suka?” ujar raffi (jangan baca cem LNS yah) . Nagita hanya bisa
menganggukan kepalanya sembari menutup mulutnya dengan kedua tangan tak
percaya. Kamarnya kini berubah, lampu yang remang, bed cover merah, kelopak
bunga mawar merh yang bertaburan dimana mana. -Ah raffi pintar sekali kamu mengambil hatiku- nagita segera
berhamburan memeluk raffi sebentar, lalu beralih masuk dan menyusuri sudut demi
sudut yang kini penuh dengan mawa merah.
Perlahan raffi merangkul perut nagita dari
belakang, memeluk nagita posesif
”malam ini milik kita sayang, kamu milik ku” bisik
raffi tepat di telinga nagita.
Perlahan raffi membalikkan tubuh nagita tanpa
melepas pelukannya, dan memanang manik hitam di matanya. Tangannya kini sudah
merangkul luher raffi. Bergerak perlahan bak gerakan dansa, berlahan nagita
membenamkan kepalanya pada dada bidang raffi. Menghirup aroma tubuh yang
bercampur parfum musk suaminya. Lama mereka dalam posisi seperti itu, merasakan
detak jantung mereka satu sama lain. Hingga tangan raffi memegang dagu istrinya
dan mengecup lembut bibirnya.
Kali ini raffi mendapat sambutan baik dari gigi,
mereka berciuman panas. Saling melumat dan bertuka saliva, saling membelit satu
sama lain. Hingga tak terasa kini posisi nagita sudah berbaring berada di
bahawdekapan raffi. Ciumannya kini menjalar ke leher, tangan raffi berusaha
membuka pengait baju yang di gunakan nagita. Rupanya raffi tak mengalami
kesulitan yang berarti, gliatan tubuh nagita bahkan membatu membermudah kerja
tangan raffi.
”raff,, ben, taarr,,” ujar nagita dengan suara
bergetar
Raffi mengertukan dahinya saat nagita mendorong
tubuh raffi lalu berjalan ke arah kamar mandi dengan baju yang hampir tandas.
Dengan hati yang berdebar debar raffi menunggu
nagita kembali di atas ranjang. ”sayaaannggg,,,,,” ujar raffi sembari
merentangkan tangannya lebar lebar menyambut nagita. Begitupula nagita ia
menghampiri raffi dan segera memeluk tubuh suaminya. Mengelus rambut raffi
serta mencium bibir raffi tanpa ada lagi rasa canggung. Lagi lagi raffi
mengerutkan dahinya saat nagita tiba tiba melepaskan ciumannya ”maaf yah,,,”
ujar nagita. Raffi semakin binggung dengan apa yang di katakan istrinya, ”aku
dateng bulan,,,” ujar nagita dengan volume yang kecil tapi masih dapat di
dengar jelas oleh raffi.
Mendengar perkataan nagita, raffi hanta dapat memejamkan
mtanya dan menengadahkan kepalanya. Mengusap wajahnya dengan kasar, lalu
menggumbukna nafasnya dengan keras.
”maaf,,,” ujar nagita menyesal. raffi menatap
wajah nagita, lalu tersenyum kembali. ”nggak papa sayang,, kan yang berdarah di
bawah, yang atas kan nggak,,, hehe” raffi tersenyum lalu memeluk tubuh nagita
kembali dan menggulingkannya kesamping,,,,,
********
Part 33 nya sampe sini aja
yah,,,,,
Gimana menurut kalian,,, terlalu
vulgarkah?? Atau malah kurang??
Atau bahkan kalian nggak dapet
feel sama sekalipas baca crita ini??
Oh may god, sepertinya gue harus
lebih banyak semedi deh biar bisa nulis lebih bagus lagi, huft,,,,
Banyak typo yah??
Sory sory,,, belum sempet aku
edit, nulis pagi, post siang,, kilat kan,,??
jadi mohon ampun,,,,,
seperti biasa guys, gue minta like dan comentnya
di,,,, (jangan lupa follow dulu keles)
FB : Zulva
Nadirotu
TW : @Zulfaupith
#tetep #usaha #Promo J J J
See you next partt,,,,
bye bye,,,
No comments:
Post a Comment