Sunday, 15 March 2015

My Wife, My Little Friend (Part 32)



My Wife, My Little Friend (Part 32)
Cerita ini hanya khayalan semata… apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…
Happy Reading,,,,,,,,,,,,
Part 32
Sesampainya di tanjung benoa raffi yang baru mau turun dari mobilnya tiba tiba nagita memegang lengan raffi, raffi berbalik sembari mengerutkan dahinya "pake sunblock dulu..."
Raffi diam ternganga mendengar ucapan istrinya "iya nanti kulit kita gosong gimana, nanti item, dekil, kucel.... nanti kamu nggak __"
Raffi menambil sunblock dari tangan gigi dengan lembut, nagita yang kaget cuma bisa diam memandangi sikap raffi. lalu menarik kepalanya agar mendekat dan CUP. Raffi mencium pelipis nagita. "Sayang.... mau kamu item, dekik kucel,  aku masih tetap cinta ko sama kamu..." raffi menghentikan ucapannya untuk menarik nafas sebentar, srkedar menenang kan  jantungnya yang tiba tiba meronta ronta d dalam sana. "Aku, sayang kamu, cinta kamu... itu nggak liat fisik kamu sayang, semua rasa ini di ciptakan dari ini" raffi menunjuk dadanya "dan semua rasa itu .... sepenuhnya milik kamu" kemudian raffi mencium pelipis nagita lagi, lebih dalam dari sebelumnya. Mendapat perlakuan seperti itu nagita hanya bisa menatap mata raffi, mencari keseriusan di sana. Dan memang raffi mengucapkan itu semua dari hati. "Thks..." ujar nagita saat raffi menciumnya.
#
"Aku nonton aja yah" ujar gigi menarik penganan tangan raffi setelah mengetahui apa yang akan mereka lakukan
"Ih kenapa,,?"
"Aku takut"
"Iihh kamu mah, an udah jauh jauh kesini.... ko malah kamu nggak mau sih"
Nagita masih mengerutkan dahinya saat mengamati sekitar. "Pokoknya aku nggak mau tau, kamu harus temenin aku" ujar raffi sembari menggenggam tangan nagita untuk menyambangi sebuah outlet. "Nggak mau..." gigi melempar tangan raffi. Raffi segera membalik kan badannya  "aku takut raffi" suara nagita melemah dengan masih mengerutkan dahi sembari memainkan ujung kuku tangannya. Perlahan raffi melangkah mendekat pada nagita mencoba mencari penjelasan apa yang sebenarnya terjadi. "Kenapa" ujar raffi yang sedang mengusap punggung tangan istrinya. "Aku takut raffi.." raut ketautan terlihat begitu jelas saat nagita perlahan meneteskan air matanya. Raffi yang tak kuasa melihat kesedihan di mata nagita, akhirnya menarik nagita ke dekapannya sambil terus mengusap lembut rambut dan punggung nagita untuk sekedar menenangkan. Seklebat bayangan di masa lalu saat nagita hampir saja tenggelam di sungai, muncul diba tiba. Tapi di sisi lain raffi ingin sekali menghilangkan ketakutan itu pada diri nagita. "Kamu nggak usah takut." Menarik tubuh nagita ke dadanya yang bidang
"Kan ada aku" kembali raffi mencium ujung kepala istrinya.
"Udah, sekarang.... kamu nggak usah takut. Liat aku" raffi menguraikan pelukannya sembari memegang bahu dan menatap mata nagita lekat lekat. "Ada aku disini.... aku janji nggak akan pernah biarin kamu kenapa kenapa. Percara sama aku gi..".
Tak lama keudian nagita mengangguk kan kepalanya.
Setelah membeli vocer, mereka langsung pergi ke tempat yang sudah di tentukan.
"Siaaappp....???" Ujar raffi, nagita hanya mengangguk pelan
"Yang semangat dong sayang..."
"SIAP Honey...!!" Seru raffi semakin keras. "Siaaaappp...." rupanya pancingan raffi tak sia sia, seketika nagita terlihat lebih tenang saat menglihat list wathersport  yang akan mereka mainkan.
#
Terlihat mereka sedang sibuk memakai perengkapan Sefty di tubuhnya sebelum menjajal wahana yang tersedia di sana. D mulai dari paraseiling dan flaying fish. Ternyata raffi tak se berani yang di kira. Saat flaying fish coba di terbangkan mengikuti arah angin dengan bantuah boat. Nagita yang mulanya takut tapi seiring jalannya waktu ia terlihat begitu menikmati pemandangan dengan teriakan husteris di iringi senyuman manis di bibirnya. Sedangan raffi hanya bisa memejamkan mata serta merancu histeris layaknya orang ketakutan. Hingga membuat nagita tertawa terbahak bahak tatkala mereka menginjakan kaki lagi dipasir putih "katanya berani.." ledek nagita di sela sela ketawanya. "Berani ko..." raffi bertolak pinggang, "masa" ledek nagita lagi. "Iiiihhh kamu mah..." raffi berlari untuk mengejar nagita yang sedang menghindar dari dekapan raffi.
Satu perasatu permainan tersebut sudah hampir rampung. dari paraseling, playing fish, jetski, banana boat, rolling donut, hingga Seawalker yang membuat raffi harus menggenggam tangan nagita erat erat di dalam sana untuk menenangkan perasaan nagita yang masih takut.
Petualangan Hari ini mereka tutup dengan glass bottom boat & turtle island dengan melepaskan anakan penyu kelaut kembali ke habitatnya.
Semua mereka lakukan dengan senyuman yang selallu menghias di wajah masing masing.
#
Sesampainya di villa, terdengar suara pintu kamar mandi dibuka
"Yank kamu liat jam tangan aku nggak.." ujar raffi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk."yang mana"
"Yang di beliin kamu" raffi masih sibuk mengeringkan rambutnya tanpa melihat nagita
"Yang kemaren aku pake loh"
"Di sana" ujar nagita sembari menunjuk laci meja rias.
"Yank, kamu kenapa??" Perlahan raffi melangkah kan kakinya mendekat, setelah melihat nagita tertidur dengan slimut yang melekat hingga lehernya.
"Nggak papa" ujar nagita dengan mata terpejam
"Iiiihh kamu tuh kalo ada apa apa ngomong, jangan kaya gini. Sini coba" perlahan raffi menempelkan punggung tangannya ke dahi nagita.
"ih panas, kamu sakit yank"
"Nggak papa raffi, aku cuma kecapean aja. Ini istirahat sebentar juga udah sembuh ko"
"Kamu tuh nggak boleh gitu yank..." raffi mendekatkan pipinya ke pipi nagita untuk merasakan suhu tubuh istrinya.
"Mau kemana" ujar nagita saat merasakan raffi mergerak menjauh.
"Bentar, mau ambil obat dulu"
"Nggak usah fi. Kamu di sini aja" ujar nagita pelan. Raffi kembali mendekat dan memeluk serta mencium ujung kepala nagita."kamu harus minum obat sayang. Aku nggak mau liat kamu sakit" ujar raffi sembari membenarkan anak rambut nagita yang menutupi wajah nagita. "Kamu disni aja temenin aku, nanti juga sembuh sendiri"
"Sayang" raffi mencoba merayu nagita agar melepaskan genggaman tangannya
"Aku pengennya kamu disini aja temenin aku" nagita rupanya tak ingin raffi pergi beranjak dari sampingnya walaupun untuk sekedar mengambil obat untuk nya. Akhirnya raffi mencoba telfon putu yang menjaga villa ini untuk membawakan obat obat yang diperlukan nya ke kamar.
"Sayang.... ini obatnya di minum dulu yuk. Biar panas nya cepet turun" rayu raffi sembari menempatkan pipinya lagi ke pipi nagita.
Mendengar itu nagita bangun dari tidur ayamnya dan segera meminum obat dengan bantuan raffi.
Lalu mereka tertidur, tanpa sekalipun raffi memindahkan tangannya dari pinggang nagita. hingga esok hari nagita terbangun dari tidurnya berniat untuk merenggangkan otot otot yang kaku tapi ia mengurungkan niatnya saat merasakan beban berat pada perutnya. Sesaat nagita tersenyum menyadari siapa pemilik lengan tersebut. Perlahan nagita berusaha memidahkan lengan raffi, awalnya berniat agar tidak membangunkan pemiliknya. tapi ternyata usaha nagita sia sia karena sekarang nagita bukannya terbebas dari dekapan raffi bahkan sekarang raffi lebih meng eratkan peluknnya dan menariknya mendekat. Tiba tiba nagita terpekik mendapat hembusan udara hangat mendekati tengkuknya "Morning mems" ujar raffi pelan di akhiri kecupan lembut di pipi nagita. Terlihat semurat merah merona di pipi nagita, akibat perlakuan suaminya. -ada yang nggak beres deh sama gue, bisa bisa harus cekup ke dokter jantung kalo kaya gini terus- bisik nagita dalam hati saat merasakan jantungnya berpacu lebih kencang dari pada sebelumnya.
Yah begitulah nagita, selalu merasakan jantungnya berdetak lebih kencang saat berada di posisi seperti sekarang.
"Mems?" Nagita mengerutkan dahinya.
"Emang nggak boleh apa yah aku panggil kamu mems" raffi menguraikan pelukannya memandang wajah nagita dengan masih tiduran. Raffi bangkit setengah duduk dengan bertumpuan pada siku kanannya untuk menghadap nagita,
Nagita hanya tersenyum manis, lidahnya kelu saat melihat wajah suaminya yang begitu berkarisma.  lalu raffi menepuk nepukkan ujung jarinya di depan bibir. "Apah??" Nagita pura pura tidak mengerti "morning kiss" ujar raffi manja "ih bau, belum mandi juga" ledek nagita sembari menutup hidungnya. "iiihh kamu mah suka banget sih ngrusak moment " rajuk raffi sembari menggesek gesekan hidung mancungnya ke pipi hingga tengkuk nagita. "Ih geli geli" nagita menggerak kan tubuhnya menjauhi raffi. "Nih geli nih geli... hahahahah" raffi semakin menglitik glitik perut nagita hingga nagita tak kuasa menahan tawanya
DUK..!!
Terdengar suara nagita yang meng aduh akibat kepalanya membentur kepala ranjang
"Tuh kan, makanya sini deket deket aku aja" ujar raffi sembari menarik tubuh nagita agar mendekat.
Nagita yang merasakan badannya kini bergeser mendekati raffi, hanya bisa diam dengan salah satu tanan yang masih memegangi ujung kepalanya.
"Gimana, udah enakan??" Raffi menanyakan kondisi nagita yang semalam sempat demam. Nagita hanya mengangguk manja, "lain kali.... kalo ada apa apa tuh ngomong, aku nggak mau liat kamu sakit lagi" nagita hanya bisa memandangi wajah raffi yang tengah membenarkan anak rambut nagita yang menutupi wajah. "Thanks paps" raffi mendengar sapaan sang istri hanya bisa tersenyum "cium.." ujar raffi manja sembari memajukan bibirnya. "Ya udah merem coba" raffi memejam kan mataya, terasa degub jantungnya begitu cepat saat menunggu sentuhan hangat di bibirnya. Perahan nagita mnggerakkan  bibirnya mendekati bibir raffi dengan nafas yang memburu akibat dari  detak jantung yang semakin cepat.
"Muach" suara bibir nagita saat menempel di bibir raffi.
Sesudah mencium suaminya, nagita menjauhkan wajahnya memberi jarak beberapa centi. Tapo Tak perlu waktu lama tiba tiba raffi mendekat dan langsung melumat bibir nagita dengan naffas yang memburu. Nagita yang kini berada di bawah raffi hanya bisa membulatkan matanya karena kaget dengan apa yang di lakukan suaminya. Perlahan raffi menggigit bibir bawah nagita, menyapukan lidahnya ke semua sudut bibir nagita, memaksa untuk masuk dan menglitik setiap inci bagian di dalamnya.
karena permainan raffi, secara perlahan nagita akhirnya dapat terbawa permainan yang dibuat suaminya. Perlahan nagita membuka bibirnya menyambut kehangatan yang diciptakan raffi. Nagita membiarkan lidah suaminya bermain main di langit langit mulutnya, mencoba menglitik dan menggoda lidah nagita agar dapat ikut bermain di dalamnya untuk bertukar saliva.
"Ga... Bis.... a... na...f...aa..sss" ujar nagita terpotong disela-sela kegiatannya, akibat permainan panas raffi.
Segera raffi melepaskan ciumannya saat sadar akan ucapan nagita, dengan nafas yang masih memburu. Raffi menempelkan jidatnya ke jidat nagita saling menandang satu sama lain, dan beberapa detik kemudian raffi kembali melumat bibir nagita lebih panas dari sebelumnya. Perlahan tangan kiri raffi berjalan menyusuri kaki mulus nagita yang menekuk ke atas. mebelai mesra dari tumit, betis, paha hingga sampai ke sampai ke perut ___
Kriing kriing
Suara Handphope raffi di nakas. Tangan nagita yang sedari tadi memegang rahang kokoh raffi kini berpindah menahan tangan raffi yang semakin menyusuri bagian atas tubuhnya. Raut kekecewaan terlihat sekilas di wajah nagita saat raffi melepaskan ciumannya setelah mendengar teriakan handpone di nakas.
Tak lama kemudian raffi terihat tengah serius berbicara dengan seseorang di telfon tersebut.
Sedangkan nagita segera bangun dan mandi, tak lupa pula nagita bercermin sembari tersenyum saat memandang dan memegang garis bibirnya yang terlihat sedikit bengkak dan memerah  walau tanpa poles an lipstic. Begitulah nagita, walaupun ia sudah beberapa kali berciuman dengan raffi. Tapi ia selalu merasakan perasaan yang hangat di dirinya, mungkin karena baru hari ini mereka melakukannya dengan penuh gairah hingga tak terasa mereka hampir kehilangan nafasnya satu

No comments:

Post a Comment