Saturday, 17 January 2015

My Wife, My Little Friend (Part 27)



My Wife, My Little Friend (Part 27)
Cerita ini hanya khayalan semata… apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…
Happy Reading,,,,,,,,,,,,

Part 27
”maukah kamu menjadi istri ku,,,,” ujar raffi mantap di depan nagita dan pengunjung se isi caffe
Tanpa menunggu waktu yang lama menggangguk kan kepalanya dengan rinai air mata yang entah sejak kapan ia mengalir di pipi nagita,
Mengetahui usahanya tak sia sia raffi segera bagkit dan mameluk erat tubuh nagita yang  masih menutup mulut dengan tanggannya tak percaya raffi akan memperlakukan dirinya hingga seperti ini.
Seketika sorak soray tepuk tangan para pengunjung memenuhi se isi caffe tersebut, ada juga beberapa orang ikut terharu menyaksikan perjuangan cinta raffi untuk nagita salah satunya kia ”gue pengen nagis,,,,” seru kia dan segera memeluk irwan yang entah dari kapan berdiri tak jauh dari mereka.
”yeeeeaaaaayyy,,,” teriak raffi dengan mengacung acungkan kepalan tangannya ke atas kemudian memeluk nagita lagi...
Malam kian larut raffi mengantarkan nagita ke rumahnya, sesampainya di rumah
”assalamualaikum,,, mah,,,ada yang mau ketemu,,,”
“waalaikum salam,,, siapa,,” ujar tante rieta menghampiri mereka berdua
”eh nak raffi ,,, masuk masuk,,, ayo duduk dulu,,, mau minum apa,,, teh, kopi, susu,, atau,,,”
”ngak tante ,, nggak usah tante,,, kedatangan raffi ke sini Cuma mau minta izin,,,”
”izin?? Buat?” ujar tante rieta binggung
”iya tante,,, dengan segala hormat raffi minta izin ,,,,apakah boleh raffi meminta anak tante,,,,, nagita buat jadi istri raffi,,,” ujar raffi dengan suara lembut nan mantap
Mendengar ucapan raffi, tante rieta hanya bisa diam memndangi gigi yang duduk menunduk tak jauh dari raffi.
”apakah kamu yakin fi,,,?” ujar tante rieta meyakinkan
”saya mantep tante,,, raffi yakin se yakin yakinnya kalau nagita lah yang akan menjadi pelabuhan terakhir affi..”
”nagita,,,” tante rieta meminta persetujuan dari nagita
”ya sudah kalu kalian memang benarbenar yakin dengan keputusan ini,,,” ujar tante  rieta setelah mendapati persetujuan dari nagita
”saya berjanji tidak akan sekalipun mengecewakan tante,,, dengan segala kekurangandan kelebian saya saya berjanji akan selallu menjaga, membahagiakan serta melindungi dan bertanggung jawab akan semua yang telah tante percayakan pada saya,,,” raffi mencoba meyakin kan tante rieta yang terlihat mulai meneteskan air matanya
”raffi,,, tante minta satu hal,,,”
”jangan pisahkan tante dari anak tante yah,,, hiks hiks hiks,,,” lanjut tante rieta dengan suara sedikit parau karena begitu banyaknya air mata yang di keluarkan.
”hah maksud tante,,,” ujar raffi tidak mengerti ”gue jadi binggung,,” bisik raffi dalam hati sembari menggaruk garuk kepalanya yang entah kenapa terasa gatal.
”nanti,,, kalo kalian sudah menikah,,, tinggalnya jangan jauh jauh,,, kalo perlu klian tinggal di sini bareng tante,,, tante nggak bisa jauh jauh dari anak tante,,,,” ujar tante rieta dengan memeluk gigi yang ternyata sekarang juga ikut menangis.
”heheh siap tante,,,, raffi nggak akan sekalipun mencoba menjauhkan gigi dari tante ” seru raffi seraya menggerakkan telapak tangannya hormat bak kapten
Beberapa hari kemudian tepatnya pada tanggal 9 agustus 2014 keluarga raffi datang ke kediaman nagita, raffi di sambut dengan hanyat oleh keluarga besar nagita. raffi melaksanakan lamaran secara resmi, karena sebelunya raffi pernah melamar nagita di depan pengunjung caffe beberapa hari yang lalu. Di pertemuan keluarga besar itu di dapat tanggal pernikahan yang telah di setujui bersama yaitu pada tanggal 17 februari 2015 yang artinya mereka akan menikah tepat dihari ulang tahun mereka.
Ke esokan harinya,,,,
”selamat pagi cantik,,,, selamat pagi calon istri ku,,,” sapa raffi yang sedari tadi menunggu nagita di ruang tamu
”idih,,, lebay banget kamu,,,” seru gigi
”lah ya biarin, emang bener kan loe calon bini gue,,,” seru raffi semangat ”eh maksudnya kamu calon istri aku,,,,” koreksinya dengan ucapan yang lebih lembut seraya melihatkan senyum girangnya
”idih aku kamu,,,, haha geli sendiri dengernya,,” ujar nagita
Kemudian raffi mendaratkan klitikan kitikan kecil di pinggang gigi ”geli yah geli yah,,,” mendapat perilaku demikian negita meliukliukna tubuhnya mengindar dari serangan yang d berikan raffi ”aduh raffi ,,, geli,,, berenti nggak berenti nggak,,, aduh” bukannya berhenti raffi malah menambah intensitas gerakan yang ia berikan.
”ayok kamu siap siap gih,,,”
”mau ngapain,,,” tanya gigi
”temenin aku nyari furniture buat rumah yang di andara sayang,,,”
Tak menunggu peritah raffi yang ke dua kalinya gigi segera beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi bersiap siap.
Se sampainya di sebuah mall terlihat raffi dan gigi tengah memilih milih wallpaper yang akan mereka pasang di kamar pengantin.
”hay,, gigi,,?” sapa seorang pemuda berbadan tinggi dengan sedikit bulu di pipi dan dagunya
Nagita menoleh ke belakang, dan memberikan senyum masam saat mengetahui siapa yang memanggil.
”hay apa kabar,,,” sapa pemuda tersebut seraya bergerak untuk cipika cipiki sebelum akhirnya gigi menolaknya dengan menghentikan dengan kedua tangan ”maaf,,”
Merasa ada yang beda pada nagita raffi segera membalikan badan se utuhnya dan bertanya, ”siapa,,?”
”oh ini kenalin,, rizal,,, dan rizal kenalin ini raffi calon suami gue,,”
”oh,, slamet yah gi,, semoga loe bahagia,,” ujar rizal tanpa membalah jabat tangan raffi, lalu kemudian ijal berallu pergi,,
Beberapa hari kemudian,,,
”affi kamu di mana,,,” seru nagita didepan sebuah toko kue
”iya sayang ,,, bentar lagi aku sampe ko,,, sabar yah,,,” terlihat raffi tengah panik karena tiba tiba mobilnya mogok,,
”pak ,,, masih lama nggak,,” ujar raffi pada salah satu montir di hadapannya
”sebentar lagi pak,,, sekitar 30 menit lagi,,,”
”haduh 30 menit lagi,,, buset dah itu mah lama pak,,, haduh gimana nih bisa kena semprot nyonya ini,,,” seru raffi yang semakin panik
Kemudian timbul ide dari kepala raffi saat melihat sebuah motor tergletak yang sebelumnya telah di pakai salah montir untuk menyambanginya.
”pak pinjem bentar, nih bawa aja mobil saya ke bengkel nanti biar supir saya yang ngurus,,,” dengan kecepatan seadanya raffi meluncur ke toko kue di mana nagita berada.
Torootototototott,,,, seperti itu lah kira kira suara yang di timbulkan dari kenalpot vepa butut yang di gunakan raffi
”haduh maaf yank terlambat,,, lama yah,,, maaf yah,,,” terlihat sekali bagaimana perjuangan raffi dari tempat mobilnya mogok menuju toko kue sekarang dengan sebuah motor vespa butut ini, bulir buliir kringan menetes satu demi satu dari wajah raffi karena kepanasan.
”hah kamu pake motor siapa,,, mobil kamu mana??” nagita sedari tadi hanya bisa benggong melihat raffi yang masih duduk di motor.
”tadi aku buru buru yank jadi pinjem motornya mas mas motir tadi,,,, mobil aku mogok yank,,, maaf yah,,, kalo kamu nggak mau pake motor yaudah kita cari taxi aja yuk,,,” raffi bergegas turun dari motor
”nggak deh nggak usah,,, ayok kita pergi aja,,, udah telat nih nggak enak sama mas brian,,”
”nggak deh nggak,,,, kalo kamu nggak yakin lebih baik kita pake taxi aja,,, ayo,,,” raffi berjalan menggandeng nagita,  ”raffi,,, ” ujar nagita menarik tanggan raffi ”udah nggak papah kita naik motor ini aja,,, selama naiknya sama kamu aku yakin ko,,” senyum nagita semangat
”iiihhh,,, calon istri aku ko bisa manis banget gini sihh,,, aku makin cinta deh sama kamu,,,”
”eh eh eh,,,, mau ngapain,,,?” ujar nagita
”peluk,,,” sembari meregangkan tanggannya kebar lebar,,,
”nggak,,, ayo cepetan,,,” seru gigi
Dengan hati hati raffi mengendarai vespa tersebut menembus kemacetan jakarta, dari kaca sepion terlihat nagita memejamkan matanya seraya berusaha menyembunyikan wajahnya di balik punggung raffi. Bukan karena ia menikmati suasana saat si bonceng raffi, melainkan ia merasa sangat ketakutan karena jarak antara pengendara satu dan lainnya dalam posisi yang berdekatan satu sama lain. Sekali salah perhitungan membelok belok kan stang itu akan berakibat fatal, seperti jatuh atau tersengat kenalpot motor lain.
Kesempatan ini rupanya di baca oleh raffi, ia sengaja menambah kecepatannya agar gigi merasa takut dan lebih erat memeluk raffi. Rupanya benar tak lama kemudian gigi memeluk raffi dengan sangat erat tanpa raffi suruh, merasa idenya berhasil raffi tersenyum puas. Sesampainya di butik,,,
”sudah sampai nyonya,,,,,” tapi gigi tak jua melepaskan pelukannya,,, ”gi,,, peluknya di lanjut di rumah aja yah,,,, ini aku malu di liatin orang,,,” ujar raffi sembari meyapu lembut tangan nagita yang berada di perut raffi
Segera nagita melepaskan pelukannya ”eh maaf,,” kemudian turun,,,
”ko maaf sih,,, nggak papa lagi itu kan sebagian dari safety raiding juga,,,” ujar raffi modus
Setelah semua urusan di butik selesai raffi segera berpamitan untuk pulang,,,
Kali ini nagita tak lagi harus olahraga jantung karena salim (supir raffi) telah membawakan mobil yang lain untuk raffi (lamborgini).
Di dalam mobil,,,
”aduh fii nyangkut,,,,” ujar nagita dengan masih berusaha menarik sefty belt, tanpa menunggu waktu lama raffi segera membantu nagita. Secara tidak langsung posisi mereka kini berdekatan, mungkin sangat dekat tanpa mereka sadari. Hingga secara reflek pandangan mereka bertemu, entah setan apa yang merasuki keduanya. tanpa di komando tiba tiba raffi mendekatkan wajahnya ke wajah nagita, semakin dekat,,,, semakin dekat,,, hingga mungkin hanya se helai rabut saja yang dapat lewat
”allahhuakbar allahhuakbar,,,” belum sempat menempel satu sama lain suara adzan maghrib membuat keduanya kembali pada kesadaran masing masing.
”e eem, maaf tadi,,” ujar raffi gugup yang kini telah kembali pada posisinya semula. Begitu pula nagita ia hanya bisa menyembunyikan raut mukanya dengan berpura pura membetulkan rambut yang sebenarnya tidaklah kusut.
”oh ya sini tak bantu,,” lanjut raffi memasangkan sefty belt yang kini tidak lagi tersangkut.
Hari hari brikutnya mereka lalui bersama layaknya sepasang pria dan wanita yang tengah kasmaran, hampir 70% persiapan pernikahan mereka urus sendiri. Dari mulai gedung, WO, catring, hingga sofenir, ini semua membuat mereka saling dekat satu sama lain.
Hingga pada usatu siang di rumah gigi,,,
”yank,,”
Nagita menjawab hanya dengan bergumam,,
”tadi mas iwan telphon katanya jadwal kita photo shot minggu depan,,”
Lagi lagi nagita menjawab dengan bergumam
”iiihhh yank kamu dengerin aku ngomong nggak siiihh,,,,” ujar raffi manja
”dengerin raffi sayang,,,” jawab nagita
Dengan cekatan raffi merebut lolipop yang sedari tadi berada di mulut nagita, kemudian memakannya ”iiihh itu permen nya sini,,,buat aku aja,,”
”ih raffi kamu jahat banget,,, tapi tenang,,, aku masih punya stok banyak”
Tak lama kemudian nagita kembali ke ruang tv dengan 2 buah lolipop besar di tangannya,,, ”aku punya dua,,, wee wee wee,,” ledek nagita menjulurkan lidahnya
”eits,,,” lagi lagi kini lolipop itu berpindah lagi ke tangan raffi
”sini,,, kembaliin nggak ,,, raffi jail banget ni orang” seru gigi sebal karena raffi selallu berkelit
Hal ini menyebabkan posisi mereka kembali berhadapan,,, raffi yang sedang menyender setengah berbaring dengan kedua tangan yang yang terjuntai keatas menyebunyikan permen lolipop, dan nagita yang sedari tadi berusaha mengambil lolipop otomatis sekarang berada diatas raffi karena memang sedari tadi mereka berdua tak beranjak dari sofa panjang tersebut.
Lagi lagi mereka berhenti dan saling memandang satu sama lain saat tak segaja raffi dan gigi merasakan hidung mereka kini bersentuhan satu sama lain.
Untuk sekian detik mereka diam, saat nagita hendak menggerakan tubuhnya menjauh tiba tiba tangan raffi mehanan tubuh gigi (entah sejak kapan lolipon yang di tangan dan di mulut raffi sudah tidak ada). Mungkin bukan menahan tetapi menariknya agar lebih mendekat hingga akhirnya,,,,
Bibir mereka menempel satu sama lain, pada awalnya nagita sedikit menolak ia terus menggerakan tubuhnya menjauh. Tapi karena raffi terus menahan gerakan dari nagita akhirnya ia hanya bisa diam menikmati sapuan sapuan lembut di bibirnya. Ini terlihat saat nagita mulai memejamkan matanya dan sedikit merespon ciuman yang di berikan raffi. Entah beberapa menit ini terjadi, mungkin saat itu doraemon sedang menggunakan mesin penghenti waktunya hingga kini mereka tak tahu berapa lama mereka melakukan itu.

No comments:

Post a Comment