My Wife, My Little
Friend (Part 27)
Cerita ini hanya
khayalan semata… apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya
kebetulan , jadi mohon maaf yah…
Happy
Reading,,,,,,,,,,,,
Part 27
”maukah kamu menjadi istri ku,,,,” ujar raffi mantap di
depan nagita dan pengunjung se isi caffe
Tanpa menunggu waktu yang lama menggangguk kan kepalanya
dengan rinai air mata yang entah sejak kapan ia mengalir di pipi nagita,
Mengetahui usahanya tak sia sia raffi segera bagkit dan
mameluk erat tubuh nagita yang masih
menutup mulut dengan tanggannya tak percaya raffi akan memperlakukan dirinya
hingga seperti ini.
Seketika sorak soray tepuk tangan para pengunjung
memenuhi se isi caffe tersebut, ada juga beberapa orang ikut terharu
menyaksikan perjuangan cinta raffi untuk nagita salah satunya kia ”gue pengen
nagis,,,,” seru kia dan segera memeluk irwan yang entah dari kapan berdiri tak
jauh dari mereka.
”yeeeeaaaaayyy,,,” teriak raffi dengan mengacung acungkan
kepalan tangannya ke atas kemudian memeluk nagita lagi...
Malam kian larut raffi mengantarkan nagita ke rumahnya,
sesampainya di rumah
”assalamualaikum,,, mah,,,ada yang mau ketemu,,,”
“waalaikum salam,,, siapa,,” ujar tante rieta menghampiri
mereka berdua
”eh nak raffi ,,, masuk masuk,,, ayo duduk dulu,,, mau
minum apa,,, teh, kopi, susu,, atau,,,”
”ngak tante ,, nggak usah tante,,, kedatangan raffi ke
sini Cuma mau minta izin,,,”
”izin?? Buat?” ujar tante rieta binggung
”iya tante,,, dengan segala hormat raffi minta izin
,,,,apakah boleh raffi meminta anak tante,,,,, nagita buat jadi istri raffi,,,”
ujar raffi dengan suara lembut nan mantap
Mendengar ucapan raffi, tante rieta hanya bisa diam
memndangi gigi yang duduk menunduk tak jauh dari raffi.
”apakah kamu yakin fi,,,?” ujar tante rieta meyakinkan
”saya mantep tante,,, raffi yakin se yakin yakinnya kalau
nagita lah yang akan menjadi pelabuhan terakhir affi..”
”nagita,,,” tante rieta meminta persetujuan dari nagita
”ya sudah kalu kalian memang benarbenar yakin dengan
keputusan ini,,,” ujar tante rieta setelah
mendapati persetujuan dari nagita
”saya berjanji tidak akan sekalipun mengecewakan tante,,,
dengan segala kekurangandan kelebian saya saya berjanji akan selallu menjaga,
membahagiakan serta melindungi dan bertanggung jawab akan semua yang telah
tante percayakan pada saya,,,” raffi mencoba meyakin kan tante rieta yang
terlihat mulai meneteskan air matanya
”raffi,,, tante minta satu hal,,,”
”jangan pisahkan tante dari anak tante yah,,, hiks hiks
hiks,,,” lanjut tante rieta dengan suara sedikit parau karena begitu banyaknya
air mata yang di keluarkan.
”hah maksud tante,,,” ujar raffi tidak mengerti ”gue jadi
binggung,,” bisik raffi dalam hati sembari menggaruk garuk kepalanya yang entah
kenapa terasa gatal.
”nanti,,, kalo
kalian sudah menikah,,, tinggalnya jangan jauh jauh,,, kalo perlu klian tinggal
di sini bareng tante,,, tante nggak bisa jauh jauh dari anak tante,,,,” ujar
tante rieta dengan memeluk gigi yang ternyata sekarang juga ikut menangis.
”heheh siap
tante,,,, raffi nggak akan sekalipun mencoba menjauhkan gigi dari tante ” seru
raffi seraya menggerakkan telapak tangannya hormat bak kapten
Beberapa hari
kemudian tepatnya pada tanggal 9 agustus 2014 keluarga raffi datang ke kediaman
nagita, raffi di sambut dengan hanyat oleh keluarga besar nagita. raffi
melaksanakan lamaran secara resmi, karena sebelunya raffi pernah melamar nagita
di depan pengunjung caffe beberapa hari yang lalu. Di pertemuan keluarga besar
itu di dapat tanggal pernikahan yang telah di setujui bersama yaitu pada
tanggal 17 februari 2015 yang artinya mereka akan menikah tepat dihari ulang
tahun mereka.
Ke esokan
harinya,,,,
”selamat pagi
cantik,,,, selamat pagi calon istri ku,,,” sapa raffi yang sedari tadi menunggu
nagita di ruang tamu
”idih,,, lebay
banget kamu,,,” seru gigi
”lah ya biarin,
emang bener kan loe calon bini gue,,,” seru raffi semangat ”eh maksudnya kamu
calon istri aku,,,,” koreksinya dengan ucapan yang lebih lembut seraya
melihatkan senyum girangnya
”idih aku kamu,,,,
haha geli sendiri dengernya,,” ujar nagita
Kemudian raffi
mendaratkan klitikan kitikan kecil di pinggang gigi ”geli yah geli yah,,,”
mendapat perilaku demikian negita meliukliukna tubuhnya mengindar dari serangan
yang d berikan raffi ”aduh raffi ,,, geli,,, berenti nggak berenti nggak,,,
aduh” bukannya berhenti raffi malah menambah intensitas gerakan yang ia berikan.
”ayok kamu siap
siap gih,,,”
”mau ngapain,,,”
tanya gigi
”temenin aku nyari
furniture buat rumah yang di andara sayang,,,”
Tak menunggu
peritah raffi yang ke dua kalinya gigi segera beranjak dari tempat duduknya dan
segera pergi bersiap siap.
Se sampainya di
sebuah mall terlihat raffi dan gigi tengah memilih milih wallpaper yang akan
mereka pasang di kamar pengantin.
”hay,, gigi,,?”
sapa seorang pemuda berbadan tinggi dengan sedikit bulu di pipi dan dagunya
Nagita menoleh ke
belakang, dan memberikan senyum masam saat mengetahui siapa yang memanggil.
”hay apa kabar,,,”
sapa pemuda tersebut seraya bergerak untuk cipika cipiki sebelum akhirnya gigi
menolaknya dengan menghentikan dengan kedua tangan ”maaf,,”
Merasa ada yang
beda pada nagita raffi segera membalikan badan se utuhnya dan bertanya,
”siapa,,?”
”oh ini kenalin,, rizal,,, dan rizal
kenalin ini raffi calon suami gue,,”
”oh,, slamet yah gi,, semoga loe
bahagia,,” ujar rizal tanpa membalah jabat tangan raffi, lalu kemudian ijal
berallu pergi,,
Beberapa hari
kemudian,,,
”affi kamu di
mana,,,” seru nagita didepan sebuah toko kue
”iya sayang ,,,
bentar lagi aku sampe ko,,, sabar yah,,,” terlihat raffi tengah panik karena
tiba tiba mobilnya mogok,,
”pak ,,, masih
lama nggak,,” ujar raffi pada salah satu montir di hadapannya
”sebentar lagi
pak,,, sekitar 30 menit lagi,,,”
”haduh 30 menit
lagi,,, buset dah itu mah lama pak,,, haduh gimana nih bisa kena semprot nyonya
ini,,,” seru raffi yang semakin panik
Kemudian timbul
ide dari kepala raffi saat melihat sebuah motor tergletak yang sebelumnya telah
di pakai salah montir untuk menyambanginya.
”pak pinjem
bentar, nih bawa aja mobil saya ke bengkel nanti biar supir saya yang ngurus,,,”
dengan kecepatan seadanya raffi meluncur ke toko kue di mana nagita berada.
Torootototototott,,,,
seperti itu lah kira kira suara yang di timbulkan dari kenalpot vepa butut yang
di gunakan raffi
”haduh maaf yank
terlambat,,, lama yah,,, maaf yah,,,” terlihat sekali bagaimana perjuangan
raffi dari tempat mobilnya mogok menuju toko kue sekarang dengan sebuah motor
vespa butut ini, bulir buliir kringan menetes satu demi satu dari wajah raffi
karena kepanasan.
”hah kamu pake
motor siapa,,, mobil kamu mana??” nagita sedari tadi hanya bisa benggong
melihat raffi yang masih duduk di motor.
”tadi aku buru
buru yank jadi pinjem motornya mas mas motir tadi,,,, mobil aku mogok yank,,,
maaf yah,,, kalo kamu nggak mau pake motor yaudah kita cari taxi aja yuk,,,”
raffi bergegas turun dari motor
”nggak deh nggak
usah,,, ayok kita pergi aja,,, udah telat nih nggak enak sama mas brian,,”
”nggak deh nggak,,,,
kalo kamu nggak yakin lebih baik kita pake taxi aja,,, ayo,,,” raffi berjalan
menggandeng nagita, ”raffi,,, ” ujar
nagita menarik tanggan raffi ”udah nggak papah kita naik motor ini aja,,,
selama naiknya sama kamu aku yakin ko,,” senyum nagita semangat
”iiihhh,,, calon
istri aku ko bisa manis banget gini sihh,,, aku makin cinta deh sama kamu,,,”
”eh eh eh,,,, mau
ngapain,,,?” ujar nagita
”peluk,,,” sembari
meregangkan tanggannya kebar lebar,,,
”nggak,,, ayo
cepetan,,,” seru gigi
Dengan hati hati
raffi mengendarai vespa tersebut menembus kemacetan jakarta, dari kaca sepion
terlihat nagita memejamkan matanya seraya berusaha menyembunyikan wajahnya di
balik punggung raffi. Bukan karena ia menikmati suasana saat si bonceng raffi,
melainkan ia merasa sangat ketakutan karena jarak antara pengendara satu dan
lainnya dalam posisi yang berdekatan satu sama lain. Sekali salah perhitungan
membelok belok kan stang itu akan berakibat fatal, seperti jatuh atau tersengat
kenalpot motor lain.
Kesempatan ini
rupanya di baca oleh raffi, ia sengaja menambah kecepatannya agar gigi merasa
takut dan lebih erat memeluk raffi. Rupanya benar tak lama kemudian gigi
memeluk raffi dengan sangat erat tanpa raffi suruh, merasa idenya berhasil
raffi tersenyum puas. Sesampainya di butik,,,
”sudah sampai
nyonya,,,,,” tapi gigi tak jua melepaskan pelukannya,,, ”gi,,, peluknya di
lanjut di rumah aja yah,,,, ini aku malu di liatin orang,,,” ujar raffi sembari
meyapu lembut tangan nagita yang berada di perut raffi
Segera nagita
melepaskan pelukannya ”eh maaf,,” kemudian turun,,,
”ko maaf sih,,,
nggak papa lagi itu kan sebagian dari safety raiding juga,,,” ujar raffi modus
Setelah semua
urusan di butik selesai raffi segera berpamitan untuk pulang,,,
Kali ini nagita
tak lagi harus olahraga jantung karena salim (supir raffi) telah membawakan
mobil yang lain untuk raffi (lamborgini).
Di dalam mobil,,,
”aduh fii
nyangkut,,,,” ujar nagita dengan masih berusaha menarik sefty belt, tanpa menunggu
waktu lama raffi segera membantu nagita. Secara tidak langsung posisi mereka
kini berdekatan, mungkin sangat dekat tanpa mereka sadari. Hingga secara reflek
pandangan mereka bertemu, entah setan apa yang merasuki keduanya. tanpa di
komando tiba tiba raffi mendekatkan wajahnya ke wajah nagita, semakin dekat,,,,
semakin dekat,,, hingga mungkin hanya se helai rabut saja yang dapat lewat
”allahhuakbar
allahhuakbar,,,” belum sempat menempel satu sama lain suara adzan maghrib membuat
keduanya kembali pada kesadaran masing masing.
”e eem, maaf
tadi,,” ujar raffi gugup yang kini telah kembali pada posisinya semula. Begitu
pula nagita ia hanya bisa menyembunyikan raut mukanya dengan berpura pura
membetulkan rambut yang sebenarnya tidaklah kusut.
”oh ya sini tak
bantu,,” lanjut raffi memasangkan sefty belt yang kini tidak lagi tersangkut.
Hari hari
brikutnya mereka lalui bersama layaknya sepasang pria dan wanita yang tengah
kasmaran, hampir 70% persiapan pernikahan mereka urus sendiri. Dari mulai
gedung, WO, catring, hingga sofenir, ini semua membuat mereka saling dekat satu
sama lain.
Hingga pada usatu
siang di rumah gigi,,,
”yank,,”
Nagita menjawab
hanya dengan bergumam,,
”tadi mas iwan
telphon katanya jadwal kita photo shot minggu depan,,”
Lagi lagi nagita
menjawab dengan bergumam
”iiihhh yank kamu
dengerin aku ngomong nggak siiihh,,,,” ujar raffi manja
”dengerin raffi
sayang,,,” jawab nagita
Dengan cekatan
raffi merebut lolipop yang sedari tadi berada di mulut nagita, kemudian
memakannya ”iiihh itu permen nya sini,,,buat aku aja,,”
”ih raffi kamu
jahat banget,,, tapi tenang,,, aku masih punya stok banyak”
Tak lama kemudian
nagita kembali ke ruang tv dengan 2 buah lolipop besar di tangannya,,, ”aku
punya dua,,, wee wee wee,,” ledek nagita menjulurkan lidahnya
”eits,,,” lagi
lagi kini lolipop itu berpindah lagi ke tangan raffi
”sini,,, kembaliin
nggak ,,, raffi jail banget ni orang” seru gigi sebal karena raffi selallu
berkelit
Hal ini
menyebabkan posisi mereka kembali berhadapan,,, raffi yang sedang menyender
setengah berbaring dengan kedua tangan yang yang terjuntai keatas menyebunyikan
permen lolipop, dan nagita yang sedari tadi berusaha mengambil lolipop otomatis
sekarang berada diatas raffi karena memang sedari tadi mereka berdua tak
beranjak dari sofa panjang tersebut.
Lagi lagi mereka
berhenti dan saling memandang satu sama lain saat tak segaja raffi dan gigi
merasakan hidung mereka kini bersentuhan satu sama lain.
Untuk sekian detik
mereka diam, saat nagita hendak menggerakan tubuhnya menjauh tiba tiba tangan
raffi mehanan tubuh gigi (entah sejak kapan lolipon yang di tangan dan di mulut
raffi sudah tidak ada). Mungkin bukan menahan tetapi menariknya agar lebih
mendekat hingga akhirnya,,,,
Bibir mereka
menempel satu sama lain, pada awalnya nagita sedikit menolak ia terus
menggerakan tubuhnya menjauh. Tapi karena raffi terus menahan gerakan dari
nagita akhirnya ia hanya bisa diam menikmati sapuan sapuan lembut di bibirnya.
Ini terlihat saat nagita mulai memejamkan matanya dan sedikit merespon ciuman
yang di berikan raffi. Entah beberapa menit ini terjadi, mungkin saat itu
doraemon sedang menggunakan mesin penghenti waktunya hingga kini mereka tak
tahu berapa lama mereka melakukan itu.
No comments:
Post a Comment