Thursday, 15 January 2015

My Wife, My Little Friend (Part 26)



My Wife, My Little Friend (Part 26)
Cerita ini hanya khayalan semata… apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…
Happy Reading,,,,,,,,,,,,

Part 26

”sampe deh,,,” seru raffi tatkala mobilny mendarat dengan slamat di halaman rumah nagita
”makasih yah fi,,” seru nagita pendek dengan berusaha membuka pintu namun segera raffi menghentikan naiat nagita dan segera keluar dan berputar untuk membukakan pintu untuk nagita
”cie yang sekrang mau di ajak jalan,,,” ledek cacha yang sedari tadi memperhatikan kakanya dari balik khorden
”apa sih,,,” seru nagita sambil berlallu lari menuju kamarnya
Beberapa hari kemudian,,,
”mah,,, ayo cepetan pesawatnya mau berangkat nih,,,” seru nagita yang melihat mamahnya tak beranjak dari kursi di cafetaria bandara tersebut
”nanti sayang tunggu sebentar lagi,,,” ujar mama rieta sembari mengutak atik handphonnya ”hallo kmu ada di mana,,,, oh ya udah tante tunggu di caffe biasa yah”  nagita segera menoleh pada mama rieta menggira ngira siapa yang mama rieta telphon pada saat itu.
Dari kejauhan telihat seorang pria memakai cardigan dan berkacamata”nah itu dia orang nya dateng,,, ayok gi let’s go,” mama reta bangkit dan membawa kopernya menuju pintu masuk. ”maaf yah tante ,,, tadi ada urusan sebentar,,,”
Sekarang nagita yang hanya bisa diam mengetahui siapa yang sedari tadi di tunggu mama rieta ” raffi,,,,?? oh may god,,, apa lagi ini” dengan kesal nagita melangkahkan kakinya lebih cepat menyusul mama rieta tanpa menoleh ke arah raffi yang tepat berada di belakang tante rieta.
Bukan di ajak ngobrol, malah ia mendapatkan hal yang kurang mengenakkan dari mamahnya
”raffi,,,” panggil tante rieta
”iya tante,,,” raffi segera berpindah tempat dari yang semula di belakang sekarang berada ri sebelak kiri tante rieta.
Nagita di buat melonggo melihat mereka karena merasa di cueki nagita lebih mempercepat langkah kakinya kedepan.
Melihat tersebut seketika mereka terkekeh pelan tanpa di ketahui nagita, ternyata dari semenjak kejaian di caffe bersama irwan dan bily, hingga rencana liburan ke balli kali ini semua sudah di rencanakan oleh raffi.
Bukan Cuma ini kesialan yang di dapat nagita, di dalam pesawat ternyata ia mendapatkan tempat duduk persis di samping nagita. Karena kursi yang ia tempati hanya untuk 2 orang tak dapat di elakkan lagi nagita harus bisa menahan rasa kesalnya pada raffi. Hal ini ber akibat dengan jawaban jawaban yang di keluarkan dari mulut nagita saat menjawa pertanyaan raffi.
Sesampainya di balli, mereka segera menuju villa.
”Loh mah,,, kita mau kemana,,, buknnya kita nginep di villa??” tanya nagita heran melihat jalan yang di lalui bukan menuju villa keluarganya
”iya ke villa,,,” ujar mama rieta singkat
”loh ko,,,”
”villa nya raffi mbak gigi,,,” potong cacha.
”ya tuhan,,,, apa lagi ini,,,” gerutu gigi dalam hati
Se sampainya di vila mereka bergegas membereskan barang bawaanya masing masing. Sebelum akhirnay memutuskan untuk jalan jalan.
Ke esokan harinya
di salah satu pusan oleh oleh balli, mereka terlihat sedang meilih milih sofenir.
”masih inget dengan gelang itu,,,” ujar raffi yang tiba tiba muncul di belakang nagita saai ia sedang memegang salah satu gelang yang mirip dengan gelang yang pernah raffi berikan untuknya.
Nagita yang merasa kaget hanya bisa diam dan mengingat ingat beberapa tahun yang lalu. ”dulu,,,, gue berharap dengan gelang itu dia bakal inget gue terus,,, tapi semua harapan gue hilang,,,, dia sekarang berubah,,, mungkin gue terlihat sosok asing baginya ,, bahkan mungkin gue ini terlihat semacam monster yang makutkan,,,” di akhir kata raffi menghela nafasnya
”ayo,,, udah di tunggu sama yang lain,,,” ujar raffi seraya menggandeng tangan gigi
Merasa bersalah atas apa yang di perbuatnya pada raffi, nagita hanya bisa diam mengikuti langkah raffi tanpa berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan raffi yang terasa begitu hangat.
Di dalam kamar gigi
”gi,,,” suara lembut mama rieta mengagetkan gigi yang sedari tadi tengah tertidur tengkurap tanpa memejamkan matanya
”eh mah,,, iyah kenapa?”
”mamah perhatikankamu dari tadi sore kliatan nglamun terus,,, kenapa??”
”ada pekerjaan yang belum selesai atau??? Apa?? Cerita dong sayang sama mamah,,,”
Namun bujukan mama rieta belum juga membuat anaknya membuka mulut untuk bicara, memang tak biasanya nagita seperti ini. Ia selallu mencaritakan hampir semua masalanya tanpa perlu mama rieta bertanya terlebih dahulu. Tapi sekarang,,,,, entahlah, nagita tak mau membicarakan hal ini dengan mamahnya.
”gi,,,, kamu anak gadis mama yang paling besar,,, mamah memberikan kepercayaan ini sepenuhnya ke kamu ,,,,,, mamah tidak mau kamu salah pilih gi,,,, mamah yakin kamu bisa memutuskan ini sendiri,,,, kesempatan baik tidak datang untuk kedua kalinya,,,, jika merasa yakin kenapa tidak,,,, hilangkan rasa ego dan gengsi kamu gi,,,,,jangan sampai kamu menyesal nantinya,,,,”
Nagita tertegun mendengar perkataan sang mama, ia mengetahiu apa yang mama nya maksud.
Melihat ke gundahan di raut wajah nagita mama rieta segera menutup perbincangannya dengan gigi ”ya sudah udah malam,,, kamu tidur gih, besok kan kita mau seru seruan lagi,,, good night sayang love you muach,,,” setelah itu mama rieta segera keluar kamar gigi,,,
Ke esokan harinya
Di sela selah ombak yang bergemuruh ”gi,,, ntar malem diner yuk,,, berdua aja tapi,,,” ujar raffi
Nagita hanya bergumam sebentar lalgu tak lama kemudian meng iya kan apa yang di katakan raffi. Mungkin efek dari ucapan mama rieta telah merasuk ke dalam pikiran gigi yang akhirnya ia dapat merespon baik ajakan raffi.
Dengan senyum kegirangan raffi berlari bergabung kembali dengan yang lain yang tengah mermain volly.
Malam harinya,
”udah siap???,,,” setelah raffi mendapat anggukan kecil dari nagita ia langgsung bergesas membukakan pintu mobil untuk gigi.
Sesampainya di caffe...
Setelah mereka selesai menyantap hidangan yang sudah di sediakan,,, raffi punya ide ,,, dan ia segera berjalan menuju panggung hiburan yang tersedia
”slamat malam semuanya,,,, lagu ini saya persembahkan buat seseorang yang entah samai kapan dia akan menutup hatinya suat saya” ujar raffi lalu tak lama kemudian terdengan suara dentingan piano yang di hasilkan oleh jari jari raffi lalu ia mulai menyanyikan sebuah lagudari dewa-Risalah hati
”apa lagi sih ni orang bikin malu gue aja,,,” gerutu gigi
Setelah lagu usai raffi segera kembali ke meja untuk mengungkapkan apa tujuannya menyagak nagita ke tempat ini,,,
”gi,,,”raffi memegang kanan nagita yang terletak di atas meja
”gue sayang banget gi sama kamu,,,, tapi gue sadar,,, gue nggak bakal bisa dapetin loe,,,” gigi menengadahkan kepalanya saat kata kata itu keluar dari mulut raffi
”mungkin kamu udah bosen banget denger kata kata kata itu dari gue,,,, tapi tenang gi,,, gue nggak bakala ko ngomong kaya gitu lagi ke elu,,,, gue Cuma bisa berdoa semoga loe dapetin cowok yang pastinya jauh lebih baik dari pada gue,,, dan bisa bikin loe nyaman,,,,” ujar raffi dengan nada lembut
Akhirnya gigi membuka mulutnya ”fi,,,”
”udah malem,,, pesti mama kamu udah nyariin,,, ayok pulang,,,” ujar raffi memotong pembicaraan nagita
Ke esokan harinya mereka pulang lagi ke jakarta dan kembali beraktifitas seperti biasanya. Semenjak kejaian itu raffi berubah 180% pada gigi, ia terlihat ramah hanya pada yang lain kecuali gigi.
”ca,,, salah gue besar banget yah sampe sampe si raffi jadi juek bener ke gue”
Cacha menjawab dengan anggukan tanpa memalingkan pandangannya dari Hp yang sedari tadi di pegangnya.
Kriiing,, kriing,,, kring,,,, kring,,,
Gigi segera berhamburan ke meja mencari benda yang menimbulkan bunyi tersebut....
”hallo ka raffi,,, iya ada apa,,,” suara cacha mengangkat telfon
Ya, ternyata bukan Hp gigi yang bunyi melainkan Hp cacha yang ternyata menggunakan nada deringyang sama pada hari itu.
Sengaja cacha mengeraskan volume suaranya sat tau siapa yang menelfon dirinya. Melihat itu gigi seketika BT dan segera masuk ke dalam kamar dn menutup pintu dengan kecepatan 50km/jam
1 bulan sudah berlallu, tapi mereka bertemu Cuma hanya bisa di hitung dengan satu tangan saja. Itu juga bukan karena sengaja untuk bertemu melainkan adanya kondisi di mana mereka di pertemukan dengan tidak sengaja.
”gi,,, temenin gue makan yuk ntar malem,,, ada yang gue mau omongin nih,,” ujar kia dalam telfon, setelah menjetujui tempat dan waktu pertemuan kia langsung bergegas pergi untuk bersiap siap,,
”mau ngomongin apa sih loe ki,,, sampe sampe gue di ajak ke sini,,,” ujar gigi dengan mulut yang ter isi makanan,,,
Tapi kia menjawab dengan hanya bergumam sambil meneruskan kegiatannya, makan.
Tk lama kemudian, seluruh lampu di caffe tersebut tiba tiba mati,,,,,,,
Suasana caffe menjadi remang remang karena Cuma ada cahaya lilin yang terdapat di atas meja para pengunjung saja pada saat itu
Tiba tiba layar besar yang berada di pangung hiburan menyala,,,
betapa terkejutnya nagita saat mengetahui  seorang pemuda berpakaian badut kelinci telah meloncat kesana dan kemari dengan banyaknya kelinci di sekitarnya itu adalah raffi
”hah,,, raffi,,, ngapain,,,” seru gigi dengan muka aneh
”gue baru pertama kali kaya gini,,, ngangon kelinci,,, dari mulai kasih makan,,, sampai masukin semua kelinci ini ke kandang,,, itu buat kamu,,, aduh,,, auuww,,, (raffi kegelian saat mencoba memasukan kelinci ke kandang)” suara raffi yang berasal dari video itu bergema di caffe tersebut yang membuat gigi ter kekeh kekeh geli
Kemudian muncul gambar brikutnya,,,,,
Raffi dengan clemek yang terikat di tubuhnya dan seorang ceff terkenal sedang mencoba membuat adonan mie dan semua tetek bengeknya hingga tercipta lah se porsi mie ayam lengkap dengan cekernya,,,
”silahkan ,,,,” suara raffi menyodorkan semangkuk mie ayam pada cacha yang berperan sebagai juri di video itu
”hah ko ada cacha sih,,, kapan nggambilnya tu anak,, haduh,,”ujar gigi heran
Begitu seterusnya dari video raffi merawat kelinci, membuat mie ayam, membuat coklat, mengepang rambut anak TK, hingga mengupas 1 kg rambutan serta memisahkannya dari biji yang melekat untuk menyuapkannya ke billy dan irwan yang menunggu. Yah rambutan !! padahal telah di ketahui raffi sangat membenci buah yang satu ini.
Kemudian nagita terlihat terharu saat mlihat raffi yang tengah solat dan kemudian belajar mengaji bersama ustadz kondang di temani billy dan irwan yang terlihat mereka juga ikut mengaji.
Aksi raffi itu di tutup dengan adegan lari lari kliling monas sambil membawa toa dan meneriakan berkali kali ”gigi gue sayang loe,,, gigi I LOVE YOU,,,” aksi raffi ini sontak menjadi bahan tertawaan bagi pengunjung yang lainnya.
Setelah nagita tertawa melihat aksi kocak raffi, kini ia menjadi diam saat satu persatu orang orang yang berada di dekat mereka menyampaikan ke inginan serta alasan agar nagita mau membuka pintu hatinya intuk raffi. Dari mulai keluarga teman teman, asisten rumah tangga hingga karyawan raffi dan ayah gigi menyampaikan harapannya terhadap nagita dan raffi.
Di akhir video terlihat slide foto jaman jaman mereka sekolah hingga sekarang dengan di iringi lagu yavie nuno-janji suci
”nagita slavina mariana tengker,,, seorang gadis lugu yang ku kenal 10 tahun yang lalu,,, dari dulu dia ngak pernah berubah,, dia masih seorang gadisyang  cengeng, polos, dan yang paling penting dia nggak pernah berubah buat buat ngisi hati gue in dari dulu sampai sekarang,,,” ujar raffi yang entah dari mana tiba tiba berada di belakang gigi
”mungkin ini yng sekian kallinya gue ngomong sayang sama loe,,, tapi hari ini gue nggak akan meminta atupun memaksa kamu buat jadi pacar gue,,,”
Seketika raut ajah gigi berubah, terlihat ada sedikit kekecewaan di sana.
”gue inget,, loe pernah bilang ke gue kalo loe nggak nyari pacar,,,, loe Cuma nyari laki laki yang bisa jadi pemimpin, seorang suami yang bisa mimpin loe dan anak loe kelak di dunia dan akhirat,,, selama ini gue sadar gue nggak punya syarat syarat itu,,,, hari demi hari gue berusahah memantaskan diri,,,, belajar dan belajar apa itu artinya menjadi seorang pemimpin dunia akhirat,,,  ”
”nagita slavina mariana tengker,,,,” seru raffi dengan mengatur posisinya berlutut seraya menyodorkan 17 mawar merah nancantik di tangannya.
”di hari yang baik ini di hari yang indah ini dengan segala ke rendahan hati apakah nagita bersedikan menjadi pendamping hidupku,, menemani aku di saat suka dan duka,, menjadi ibu dari anak anak ku,,,”
”saya tidak bisa menjanjikan sejuta kebahagiaan untuk mu, tapi saya berjanji dengan segala kekurangan saya,,, saya akan membawa keluarga kecil kita ke jalan yang di ridhai allah,,,,”
”maukah kamu menjadi istri ku,,,,” ujar raffi mantap di depan nagita dan pengunjung se isi caffe


No comments:

Post a Comment