My Wife, My Little
Friend (Part 26)
Cerita ini hanya
khayalan semata… apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya
kebetulan , jadi mohon maaf yah…
Happy
Reading,,,,,,,,,,,,
Part 26
”sampe deh,,,”
seru raffi tatkala mobilny mendarat dengan slamat di halaman rumah nagita
”makasih yah fi,,”
seru nagita pendek dengan berusaha membuka pintu namun segera raffi
menghentikan naiat nagita dan segera keluar dan berputar untuk membukakan pintu
untuk nagita
”cie yang sekrang
mau di ajak jalan,,,” ledek cacha yang sedari tadi memperhatikan kakanya dari
balik khorden
”apa sih,,,” seru
nagita sambil berlallu lari menuju kamarnya
Beberapa hari
kemudian,,,
”mah,,, ayo
cepetan pesawatnya mau berangkat nih,,,” seru nagita yang melihat mamahnya tak
beranjak dari kursi di cafetaria bandara tersebut
”nanti sayang
tunggu sebentar lagi,,,” ujar mama rieta sembari mengutak atik handphonnya
”hallo kmu ada di mana,,,, oh ya udah tante tunggu di caffe biasa yah” nagita segera menoleh pada mama rieta menggira
ngira siapa yang mama rieta telphon pada saat itu.
Dari kejauhan
telihat seorang pria memakai cardigan dan berkacamata”nah itu dia orang nya
dateng,,, ayok gi let’s go,” mama reta bangkit dan membawa kopernya menuju
pintu masuk. ”maaf yah tante ,,, tadi ada urusan sebentar,,,”
Sekarang nagita
yang hanya bisa diam mengetahui siapa yang sedari tadi di tunggu mama rieta ” raffi,,,,??
oh may god,,, apa lagi ini” dengan kesal nagita melangkahkan kakinya lebih
cepat menyusul mama rieta tanpa menoleh ke arah raffi yang tepat berada di
belakang tante rieta.
Bukan di ajak
ngobrol, malah ia mendapatkan hal yang kurang mengenakkan dari mamahnya
”raffi,,,” panggil
tante rieta
”iya tante,,,”
raffi segera berpindah tempat dari yang semula di belakang sekarang berada ri
sebelak kiri tante rieta.
Nagita di buat
melonggo melihat mereka karena merasa di cueki nagita lebih mempercepat langkah
kakinya kedepan.
Melihat tersebut
seketika mereka terkekeh pelan tanpa di ketahui nagita, ternyata dari semenjak
kejaian di caffe bersama irwan dan bily, hingga rencana liburan ke balli kali
ini semua sudah di rencanakan oleh raffi.
Bukan Cuma ini
kesialan yang di dapat nagita, di dalam pesawat ternyata ia mendapatkan tempat
duduk persis di samping nagita. Karena kursi yang ia tempati hanya untuk 2
orang tak dapat di elakkan lagi nagita harus bisa menahan rasa kesalnya pada
raffi. Hal ini ber akibat dengan jawaban jawaban yang di keluarkan dari mulut
nagita saat menjawa pertanyaan raffi.
Sesampainya di
balli, mereka segera menuju villa.
”Loh mah,,, kita
mau kemana,,, buknnya kita nginep di villa??” tanya nagita heran melihat jalan
yang di lalui bukan menuju villa keluarganya
”iya ke villa,,,”
ujar mama rieta singkat
”loh ko,,,”
”villa nya raffi
mbak gigi,,,” potong cacha.
”ya tuhan,,,, apa
lagi ini,,,” gerutu gigi dalam hati
Se sampainya di
vila mereka bergegas membereskan barang bawaanya masing masing. Sebelum
akhirnay memutuskan untuk jalan jalan.
Ke esokan harinya
di salah satu
pusan oleh oleh balli, mereka terlihat sedang meilih milih sofenir.
”masih inget
dengan gelang itu,,,” ujar raffi yang tiba tiba muncul di belakang nagita saai
ia sedang memegang salah satu gelang yang mirip dengan gelang yang pernah raffi
berikan untuknya.
Nagita yang merasa
kaget hanya bisa diam dan mengingat ingat beberapa tahun yang lalu. ”dulu,,,,
gue berharap dengan gelang itu dia bakal inget gue terus,,, tapi semua harapan
gue hilang,,,, dia sekarang berubah,,, mungkin gue terlihat sosok asing baginya
,, bahkan mungkin gue ini terlihat semacam monster yang makutkan,,,” di akhir
kata raffi menghela nafasnya
”ayo,,, udah di
tunggu sama yang lain,,,” ujar raffi seraya menggandeng tangan gigi
Merasa bersalah
atas apa yang di perbuatnya pada raffi, nagita hanya bisa diam mengikuti
langkah raffi tanpa berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan raffi yang
terasa begitu hangat.
Di dalam kamar
gigi
”gi,,,” suara
lembut mama rieta mengagetkan gigi yang sedari tadi tengah tertidur tengkurap
tanpa memejamkan matanya
”eh mah,,, iyah
kenapa?”
”mamah
perhatikankamu dari tadi sore kliatan nglamun terus,,, kenapa??”
”ada pekerjaan
yang belum selesai atau??? Apa?? Cerita dong sayang sama mamah,,,”
Namun bujukan mama
rieta belum juga membuat anaknya membuka mulut untuk bicara, memang tak
biasanya nagita seperti ini. Ia selallu mencaritakan hampir semua masalanya
tanpa perlu mama rieta bertanya terlebih dahulu. Tapi sekarang,,,,, entahlah,
nagita tak mau membicarakan hal ini dengan mamahnya.
”gi,,,, kamu anak
gadis mama yang paling besar,,, mamah memberikan kepercayaan ini sepenuhnya ke
kamu ,,,,,, mamah tidak mau kamu salah pilih gi,,,, mamah yakin kamu bisa
memutuskan ini sendiri,,,, kesempatan baik tidak datang untuk kedua kalinya,,,,
jika merasa yakin kenapa tidak,,,, hilangkan rasa ego dan gengsi kamu
gi,,,,,jangan sampai kamu menyesal nantinya,,,,”
Nagita tertegun
mendengar perkataan sang mama, ia mengetahiu apa yang mama nya maksud.
Melihat ke
gundahan di raut wajah nagita mama rieta segera menutup perbincangannya dengan
gigi ”ya sudah udah malam,,, kamu tidur gih, besok kan kita mau seru seruan
lagi,,, good night sayang love you muach,,,” setelah itu mama rieta segera
keluar kamar gigi,,,
Ke esokan harinya
Di sela selah
ombak yang bergemuruh ”gi,,, ntar malem diner yuk,,, berdua aja tapi,,,” ujar
raffi
Nagita hanya
bergumam sebentar lalgu tak lama kemudian meng iya kan apa yang di katakan
raffi. Mungkin efek dari ucapan mama rieta telah merasuk ke dalam pikiran gigi
yang akhirnya ia dapat merespon baik ajakan raffi.
Dengan senyum
kegirangan raffi berlari bergabung kembali dengan yang lain yang tengah mermain
volly.
Malam harinya,
”udah siap???,,,”
setelah raffi mendapat anggukan kecil dari nagita ia langgsung bergesas
membukakan pintu mobil untuk gigi.
Sesampainya di
caffe...
Setelah mereka
selesai menyantap hidangan yang sudah di sediakan,,, raffi punya ide ,,, dan ia
segera berjalan menuju panggung hiburan yang tersedia
”slamat malam
semuanya,,,, lagu ini saya persembahkan buat seseorang yang entah samai kapan
dia akan menutup hatinya suat saya” ujar raffi lalu tak lama kemudian terdengan
suara dentingan piano yang di hasilkan oleh jari jari raffi lalu ia mulai menyanyikan
sebuah lagudari dewa-Risalah hati
”apa lagi sih ni
orang bikin malu gue aja,,,” gerutu gigi
Setelah lagu usai raffi
segera kembali ke meja untuk mengungkapkan apa tujuannya menyagak nagita ke
tempat ini,,,
”gi,,,”raffi
memegang kanan nagita yang terletak di atas meja
”gue sayang banget
gi sama kamu,,,, tapi gue sadar,,, gue nggak bakal bisa dapetin loe,,,” gigi
menengadahkan kepalanya saat kata kata itu keluar dari mulut raffi
”mungkin kamu udah
bosen banget denger kata kata kata itu dari gue,,,, tapi tenang gi,,, gue nggak
bakala ko ngomong kaya gitu lagi ke elu,,,, gue Cuma bisa berdoa semoga loe
dapetin cowok yang pastinya jauh lebih baik dari pada gue,,, dan bisa bikin loe
nyaman,,,,” ujar raffi dengan nada lembut
Akhirnya gigi
membuka mulutnya ”fi,,,”
”udah malem,,,
pesti mama kamu udah nyariin,,, ayok pulang,,,” ujar raffi memotong pembicaraan
nagita
Ke esokan harinya
mereka pulang lagi ke jakarta dan kembali beraktifitas seperti biasanya.
Semenjak kejaian itu raffi berubah 180% pada gigi, ia terlihat ramah hanya pada
yang lain kecuali gigi.
”ca,,, salah gue
besar banget yah sampe sampe si raffi jadi juek bener ke gue”
Cacha menjawab
dengan anggukan tanpa memalingkan pandangannya dari Hp yang sedari tadi di
pegangnya.
Kriiing,,
kriing,,, kring,,,, kring,,,
Gigi segera
berhamburan ke meja mencari benda yang menimbulkan bunyi tersebut....
”hallo ka raffi,,,
iya ada apa,,,” suara cacha mengangkat telfon
Ya, ternyata bukan
Hp gigi yang bunyi melainkan Hp cacha yang ternyata menggunakan nada deringyang
sama pada hari itu.
Sengaja cacha
mengeraskan volume suaranya sat tau siapa yang menelfon dirinya. Melihat itu
gigi seketika BT dan segera masuk ke dalam kamar dn menutup pintu dengan
kecepatan 50km/jam
1 bulan sudah
berlallu, tapi mereka bertemu Cuma hanya bisa di hitung dengan satu tangan
saja. Itu juga bukan karena sengaja untuk bertemu melainkan adanya kondisi di
mana mereka di pertemukan dengan tidak sengaja.
”gi,,, temenin gue
makan yuk ntar malem,,, ada yang gue mau omongin nih,,” ujar kia dalam telfon,
setelah menjetujui tempat dan waktu pertemuan kia langsung bergegas pergi untuk
bersiap siap,,
”mau ngomongin apa
sih loe ki,,, sampe sampe gue di ajak ke sini,,,” ujar gigi dengan mulut yang
ter isi makanan,,,
Tapi kia menjawab
dengan hanya bergumam sambil meneruskan kegiatannya, makan.
Tk lama kemudian,
seluruh lampu di caffe tersebut tiba tiba mati,,,,,,,
Suasana caffe
menjadi remang remang karena Cuma ada cahaya lilin yang terdapat di atas meja
para pengunjung saja pada saat itu
Tiba tiba layar
besar yang berada di pangung hiburan menyala,,,
betapa terkejutnya
nagita saat mengetahui seorang pemuda
berpakaian badut kelinci telah meloncat kesana dan kemari dengan banyaknya
kelinci di sekitarnya itu adalah raffi
”hah,,, raffi,,,
ngapain,,,” seru gigi dengan muka aneh
”gue baru pertama
kali kaya gini,,, ngangon kelinci,,, dari mulai kasih makan,,, sampai masukin
semua kelinci ini ke kandang,,, itu buat kamu,,, aduh,,, auuww,,, (raffi
kegelian saat mencoba memasukan kelinci ke kandang)” suara raffi yang berasal
dari video itu bergema di caffe tersebut yang membuat gigi ter kekeh kekeh geli
Kemudian muncul
gambar brikutnya,,,,,
Raffi dengan
clemek yang terikat di tubuhnya dan seorang ceff terkenal sedang mencoba
membuat adonan mie dan semua tetek bengeknya hingga tercipta lah se porsi mie
ayam lengkap dengan cekernya,,,
”silahkan ,,,,”
suara raffi menyodorkan semangkuk mie ayam pada cacha yang berperan sebagai
juri di video itu
”hah ko ada cacha
sih,,, kapan nggambilnya tu anak,, haduh,,”ujar gigi heran
Begitu seterusnya
dari video raffi merawat kelinci, membuat mie ayam, membuat coklat, mengepang
rambut anak TK, hingga mengupas 1 kg rambutan serta memisahkannya dari biji
yang melekat untuk menyuapkannya ke billy dan irwan yang menunggu. Yah rambutan
!! padahal telah di ketahui raffi sangat membenci buah yang satu ini.
Kemudian nagita
terlihat terharu saat mlihat raffi yang tengah solat dan kemudian belajar
mengaji bersama ustadz kondang di temani billy dan irwan yang terlihat mereka juga
ikut mengaji.
Aksi raffi itu di
tutup dengan adegan lari lari kliling monas sambil membawa toa dan meneriakan
berkali kali ”gigi gue sayang loe,,, gigi I LOVE YOU,,,” aksi raffi ini sontak
menjadi bahan tertawaan bagi pengunjung yang lainnya.
Setelah nagita
tertawa melihat aksi kocak raffi, kini ia menjadi diam saat satu persatu orang
orang yang berada di dekat mereka menyampaikan ke inginan serta alasan agar
nagita mau membuka pintu hatinya intuk raffi. Dari mulai keluarga teman teman,
asisten rumah tangga hingga karyawan raffi dan ayah gigi menyampaikan
harapannya terhadap nagita dan raffi.
Di akhir video
terlihat slide foto jaman jaman mereka sekolah hingga sekarang dengan di iringi
lagu yavie nuno-janji suci
”nagita slavina
mariana tengker,,, seorang gadis lugu yang ku kenal 10 tahun yang lalu,,, dari
dulu dia ngak pernah berubah,, dia masih seorang gadisyang cengeng, polos, dan yang paling penting dia
nggak pernah berubah buat buat ngisi hati gue in dari dulu sampai sekarang,,,”
ujar raffi yang entah dari mana tiba tiba berada di belakang gigi
”mungkin ini yng
sekian kallinya gue ngomong sayang sama loe,,, tapi hari ini gue nggak akan meminta atupun memaksa kamu buat jadi pacar gue,,,”
Seketika raut ajah
gigi berubah, terlihat ada sedikit kekecewaan di sana.
”gue inget,, loe
pernah bilang ke gue kalo loe nggak nyari pacar,,,, loe Cuma nyari laki laki
yang bisa jadi pemimpin, seorang suami yang bisa mimpin loe dan anak loe kelak
di dunia dan akhirat,,, selama ini gue sadar gue nggak punya syarat syarat
itu,,,, hari demi hari gue berusahah memantaskan diri,,,, belajar dan belajar
apa itu artinya menjadi seorang pemimpin dunia akhirat,,, ”
”nagita slavina mariana
tengker,,,,” seru raffi dengan mengatur posisinya berlutut seraya menyodorkan
17 mawar merah nancantik di tangannya.
”di hari yang baik
ini di hari yang indah ini dengan segala ke rendahan hati apakah nagita
bersedikan menjadi pendamping hidupku,, menemani aku di saat suka dan duka,,
menjadi ibu dari anak anak ku,,,”
”saya tidak bisa
menjanjikan sejuta kebahagiaan untuk mu, tapi saya berjanji dengan segala
kekurangan saya,,, saya akan membawa keluarga kecil kita ke jalan yang di
ridhai allah,,,,”
”maukah kamu
menjadi istri ku,,,,” ujar raffi mantap di depan nagita dan pengunjung se isi caffe
No comments:
Post a Comment